<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Nilai Anjloknya Rupiah Tidak Jadi Masalah</title><description>Dengan posisi Rupiah saat ini, tidak ada masalah asal setiap wilayah mampu memanfaatkan  potensi daerahnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah"/><item><title>Jokowi Nilai Anjloknya Rupiah Tidak Jadi Masalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2015 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah-aFfb9ZPq4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/03/278/1189635/jokowi-nilai-anjloknya-rupiah-tidak-jadi-masalah-aFfb9ZPq4D.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Rupiah masih berada di bawah tekanan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Pagi ini, Rupiah nampak kesulitan untuk menggerakkan Rupiah kembali ke level Rp13.000 per USD.
Menanggapi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pengusaha dan eksportir memanfaatkannya dengan membuka pasar ekspor baru. Pasalnya, selama ini kata Jokowi, hanya melihat pasar-pasar tradisional, seperti Amerika, Eropa, China, Jepang, Korea. Padahal banyak negara-negara lain yang pasarnya bisa dimasuki.
&amp;ldquo;Beberapa negara di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah dan negara-negara lainnya memberikan peluang komoditas dan produk dari Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Jokowi seperti dilansir Setkab, Jakarta, Senin (3/8/2015).
Jokowi sangat optimistis sekali dengan perekonomian bahwa yang namanya pelemahan Rupiah oleh dolar AS ada yang manfaatkan dan mendapatkan keuntungan. Dengan posisi Rupiah di angka Rp13.400-Rp13.500 per USD, menurut Presiden, tidak ada masalah asal setiap wilayah mampu memanfaatkan potensi daerahnya.
Jokowi pun memberi apresiasi atas prestasi Sulawesi Selatan yang mampu membuka peluang ekspor dengan meningkatkan neraca perdagangan.
Melansir data Bloomberg, kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah tercatat menguat 45 poin atau 0,33 persen ke Rp13.494 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.539 per USD.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rupiah masih berada di bawah tekanan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Pagi ini, Rupiah nampak kesulitan untuk menggerakkan Rupiah kembali ke level Rp13.000 per USD.
Menanggapi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pengusaha dan eksportir memanfaatkannya dengan membuka pasar ekspor baru. Pasalnya, selama ini kata Jokowi, hanya melihat pasar-pasar tradisional, seperti Amerika, Eropa, China, Jepang, Korea. Padahal banyak negara-negara lain yang pasarnya bisa dimasuki.
&amp;ldquo;Beberapa negara di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah dan negara-negara lainnya memberikan peluang komoditas dan produk dari Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Jokowi seperti dilansir Setkab, Jakarta, Senin (3/8/2015).
Jokowi sangat optimistis sekali dengan perekonomian bahwa yang namanya pelemahan Rupiah oleh dolar AS ada yang manfaatkan dan mendapatkan keuntungan. Dengan posisi Rupiah di angka Rp13.400-Rp13.500 per USD, menurut Presiden, tidak ada masalah asal setiap wilayah mampu memanfaatkan potensi daerahnya.
Jokowi pun memberi apresiasi atas prestasi Sulawesi Selatan yang mampu membuka peluang ekspor dengan meningkatkan neraca perdagangan.
Melansir data Bloomberg, kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah tercatat menguat 45 poin atau 0,33 persen ke Rp13.494 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.539 per USD.
</content:encoded></item></channel></rss>
