<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiga Aksi BI dan Para Menteri Ekonomi Atasi Situasi Global</title><description>Pemerintah dan BI mewaspadai risiko berlanjutnya pelambatan ekonomi domestik, yang perlu direspons secara tepat dan terukur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global"/><item><title>Tiga Aksi BI dan Para Menteri Ekonomi Atasi Situasi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2015 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global-uZztMGCxXx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rapat Perkembangan Ekonomi Terkini di Gedung BI. (Foto: Raisa Adila</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/04/20/1190242/tiga-aksi-bi-dan-para-menteri-ekonomi-atasi-situasi-global-uZztMGCxXx.jpg</image><title>Rapat Perkembangan Ekonomi Terkini di Gedung BI. (Foto: Raisa Adila</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko berlanjutnya pelambatan ekonomi domestik, yang perlu direspons secara tepat dan terukur, di tengah masih lambatnya dan belum berimbangnya pemulihan ekonomi global.
Direktur Eksekutif&amp;#8203;&amp;#8203; Departemen Eksekutif BI Tirta Segara menjelaskan, BI telah menempuh berbagai langkah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap konsisten mengupayakan terjaganya stabilitas perekonomian.
Hal itu diutarakan setelah adanya pertemuan antara Pemerintah dan Bank Indonesia, yang membahas soal perkembangan ekonomi terkini, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/23/20434/127920_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Melemah Setelah Lebaran&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketiga hal tersebut yakni:
Pertama, menempuh kebijakan moneter yang tetap prudent dan konsisten,  di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, terutama dalam menghadapi kenaikkan suku bunga di AS.
Kedua, menerapkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif guna memberikan stimulus kredit dan menjaga momentum pertumbuhan.
Ketiga, mendorong percepatan reformasi struktural, termasuk upaya melanjutkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko berlanjutnya pelambatan ekonomi domestik, yang perlu direspons secara tepat dan terukur, di tengah masih lambatnya dan belum berimbangnya pemulihan ekonomi global.
Direktur Eksekutif&amp;#8203;&amp;#8203; Departemen Eksekutif BI Tirta Segara menjelaskan, BI telah menempuh berbagai langkah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap konsisten mengupayakan terjaganya stabilitas perekonomian.
Hal itu diutarakan setelah adanya pertemuan antara Pemerintah dan Bank Indonesia, yang membahas soal perkembangan ekonomi terkini, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/23/20434/127920_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Melemah Setelah Lebaran&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketiga hal tersebut yakni:
Pertama, menempuh kebijakan moneter yang tetap prudent dan konsisten,  di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, terutama dalam menghadapi kenaikkan suku bunga di AS.
Kedua, menerapkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif guna memberikan stimulus kredit dan menjaga momentum pertumbuhan.
Ketiga, mendorong percepatan reformasi struktural, termasuk upaya melanjutkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran.


</content:encoded></item></channel></rss>
