<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Dinilai Tak Akan Turunkan Harga Daging</title><description>Pemerintah berencana melakukan impor daging guna menekan harga, namun rencana tersebut dinilai tak mampu menurunkan harga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging"/><item><title>Impor Dinilai Tak Akan Turunkan Harga Daging</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging</guid><pubDate>Senin 10 Agustus 2015 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging-sAu0d0hlGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/10/320/1193443/impor-dinilai-tak-akan-turunkan-harga-daging-sAu0d0hlGL.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aksi mogok para penjual daging akibat harga yang melambung tinggi, membuat pemerintah membuka kembali impor daging sapi. Namun, rencana tersebut dinilai belum mampu menurunkan harga daging di pasaran.
Salah seorang pedagang daging, Agus, mengatakan, rencana tersebut belum tentu dapat menurunkan harga, lantaran harga daging impor saat ini tak jauh berbeda dengan daging lokal.
&quot;Harganya sudah sama saja dari lokal, kalaupun bisa menurunkan harga hanya sebentar saja palingan,karena memang begini setiap tahun,&quot; ujar Agus salah satu pedagang kepada Okezone di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (11/9/2015).
Namun, menurut Agus dari segi kualitas, daging lokal lebih baik dibandingkan daging impor, terutama dari kualitas kesegaran daging tersebut.
&quot;Kalau yang tahu justru bagusan daging lokal, dibandingkan impor. Karena harganya sudah sama saja dari lokal, apalagi daging impor sudah dibekukan dari Australia selama  dua minggu atau sebulan,&quot; imbuh dia.
Sementara itu, para pedagang sangat menyayangkan aksi mogok para pengusaha  rumah pemotongan hewan (RPH) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan (APPHI). Menurutnya, hal tersebut mempengaruhi pendapatan dibandingkan biasanya.
&quot;Kalau pedagang sini sebenarnya tidak mau demo. Makanya masih jualan seperti biasa saja, itu kan memang karena dari asosiasi yang menginginkan seperti itu,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aksi mogok para penjual daging akibat harga yang melambung tinggi, membuat pemerintah membuka kembali impor daging sapi. Namun, rencana tersebut dinilai belum mampu menurunkan harga daging di pasaran.
Salah seorang pedagang daging, Agus, mengatakan, rencana tersebut belum tentu dapat menurunkan harga, lantaran harga daging impor saat ini tak jauh berbeda dengan daging lokal.
&quot;Harganya sudah sama saja dari lokal, kalaupun bisa menurunkan harga hanya sebentar saja palingan,karena memang begini setiap tahun,&quot; ujar Agus salah satu pedagang kepada Okezone di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (11/9/2015).
Namun, menurut Agus dari segi kualitas, daging lokal lebih baik dibandingkan daging impor, terutama dari kualitas kesegaran daging tersebut.
&quot;Kalau yang tahu justru bagusan daging lokal, dibandingkan impor. Karena harganya sudah sama saja dari lokal, apalagi daging impor sudah dibekukan dari Australia selama  dua minggu atau sebulan,&quot; imbuh dia.
Sementara itu, para pedagang sangat menyayangkan aksi mogok para pengusaha  rumah pemotongan hewan (RPH) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan (APPHI). Menurutnya, hal tersebut mempengaruhi pendapatan dibandingkan biasanya.
&quot;Kalau pedagang sini sebenarnya tidak mau demo. Makanya masih jualan seperti biasa saja, itu kan memang karena dari asosiasi yang menginginkan seperti itu,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
