<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendala Proyek Listrik 35 Ribu Mw Hanya Dana &amp; Lahan</title><description>Selain soal dana, keterbatasan lahan juga menjadi salah satu kendala yang menghambat pembangunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan"/><item><title>Kendala Proyek Listrik 35 Ribu Mw Hanya Dana &amp; Lahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2015 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan-mGvoXosWKt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi listrik. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/21/470/1200221/kendala-proyek-listrik-35-ribu-mw-hanya-dana-lahan-mGvoXosWKt.jpg</image><title>Ilustrasi listrik. (Foto: Okezone)</title></images><description>DEPOK - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Gotong Royong Era Presiden Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, meyakini proyek 35 ribu mw bisa terealisasi. Meskipun, proyek ini menjadi polemik antara Menteri Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli &amp;lrm;serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.


&amp;ldquo;(Polemik) saya enggak perhatikan itu, tetapi proyek itu memungkinkan,&amp;rdquo; kata Dorodjatun usai kuliah umum di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Menurutnya dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun proyek tersebut dapat terealisasi. Dia membandingkan dengan proyek pembangkit yang dikerjakan pada era dia menjabat sebagai Menko.
&amp;ldquo;Kalau waktunya lima sampai tahun 10 tahun saya kira bisa saja, tapi kan dulu waktu saya duduk di kabinet 27 pembangkit kan selesai 3,5 tahun. Bisa kok itu,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kendala yang dihadapi menurutnya hanya dari sisi pendanaan. &quot;Kalau keinginan sih buat saya mau berapa juga bisa. Itu juga tergantung pada jenisnya, dan sebagainya tanya PLN saja. Hambatan hanya dana, iya,&amp;rdquo; paparnya.
Dorodjatun menjelaskan selain soal dana, keterbatasan lahan juga menjadi salah satu kendala. &amp;ldquo;Dan dalam situasi sekarang kita belajar dari kasus di Pemalang memang kendala lahan. Karena pembangkit listrik itu perlu lahan yang luas ya, di dalam kan agak susah,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>DEPOK - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Gotong Royong Era Presiden Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, meyakini proyek 35 ribu mw bisa terealisasi. Meskipun, proyek ini menjadi polemik antara Menteri Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli &amp;lrm;serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.


&amp;ldquo;(Polemik) saya enggak perhatikan itu, tetapi proyek itu memungkinkan,&amp;rdquo; kata Dorodjatun usai kuliah umum di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Menurutnya dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun proyek tersebut dapat terealisasi. Dia membandingkan dengan proyek pembangkit yang dikerjakan pada era dia menjabat sebagai Menko.
&amp;ldquo;Kalau waktunya lima sampai tahun 10 tahun saya kira bisa saja, tapi kan dulu waktu saya duduk di kabinet 27 pembangkit kan selesai 3,5 tahun. Bisa kok itu,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kendala yang dihadapi menurutnya hanya dari sisi pendanaan. &quot;Kalau keinginan sih buat saya mau berapa juga bisa. Itu juga tergantung pada jenisnya, dan sebagainya tanya PLN saja. Hambatan hanya dana, iya,&amp;rdquo; paparnya.
Dorodjatun menjelaskan selain soal dana, keterbatasan lahan juga menjadi salah satu kendala. &amp;ldquo;Dan dalam situasi sekarang kita belajar dari kasus di Pemalang memang kendala lahan. Karena pembangkit listrik itu perlu lahan yang luas ya, di dalam kan agak susah,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
