<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah, BI &amp; OJK Jangan Cuma Bilang Rupiah Aman</title><description>Menurutnya, pemerintah yang seharusnya mampu menjaga Rupiah, jangan hanya mengatakan aman, namun tidak ada tindakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman"/><item><title>Pemerintah, BI &amp; OJK Jangan Cuma Bilang Rupiah Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2015 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman-Qxtv2IiTub.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/24/278/1201397/pemerintah-bi-ojk-jangan-cuma-bilang-rupiah-aman-Qxtv2IiTub.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA -  Rupiah kembali melemah pagi ini, bahkan menyentuh level Rp14.000 per USD. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi tersebut masih aman.
&amp;nbsp;


Menurut Analis NH Korindo Securities Reza Priyambada, Rupiah saat ini mencerminkan kondisi negara tersebut. Artinya, jika Rupiah terus melemah menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki fundamental yang sedang menurun.

&quot;Selain itu, belum ada sentimen positif yang mampu menggerakkan Rupiah untuk kembali menguat. Ditambah statement pemerintah yang mentebut Rupiah aman, itu akan menyebabkan persepsi bahwa semakin melemah, Rupiah makin aman,&quot; jelasnya kepada Okezone, Senin (24/8/2015).

Reza mengatakan, BI sebenarnya bisa menggunakan amunisinya untuk membuat Rupiah kembali aman, namun cara tersebut akan sangat berisiko.

&quot;BI bisa saja membanjiri pasar dengan dolar AS jika ingin membuat aman Rupiah, tapi kan itu diambil dari cadangan devisa,&quot; jelasnya.

Menurutnya, pemerintah yang seharusnya mampu menjaga Rupiah, jangan hanya mengatakan aman, namun tidak ada tindakan. Pemerintah perlu bertindak langsung.

&quot;Misalnya dengan pelarangan valas sosialisasinya seperti apa, atau melakukanpertemuan dengan pelaku pasar, jaga stimulus, pencairan dana, dll,&quot; ungkap dia.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Rupiah kembali melemah pagi ini, bahkan menyentuh level Rp14.000 per USD. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi tersebut masih aman.
&amp;nbsp;


Menurut Analis NH Korindo Securities Reza Priyambada, Rupiah saat ini mencerminkan kondisi negara tersebut. Artinya, jika Rupiah terus melemah menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki fundamental yang sedang menurun.

&quot;Selain itu, belum ada sentimen positif yang mampu menggerakkan Rupiah untuk kembali menguat. Ditambah statement pemerintah yang mentebut Rupiah aman, itu akan menyebabkan persepsi bahwa semakin melemah, Rupiah makin aman,&quot; jelasnya kepada Okezone, Senin (24/8/2015).

Reza mengatakan, BI sebenarnya bisa menggunakan amunisinya untuk membuat Rupiah kembali aman, namun cara tersebut akan sangat berisiko.

&quot;BI bisa saja membanjiri pasar dengan dolar AS jika ingin membuat aman Rupiah, tapi kan itu diambil dari cadangan devisa,&quot; jelasnya.

Menurutnya, pemerintah yang seharusnya mampu menjaga Rupiah, jangan hanya mengatakan aman, namun tidak ada tindakan. Pemerintah perlu bertindak langsung.

&quot;Misalnya dengan pelarangan valas sosialisasinya seperti apa, atau melakukanpertemuan dengan pelaku pasar, jaga stimulus, pencairan dana, dll,&quot; ungkap dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
