<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Melemah, 60 Ribu Pekerja Tekstil Di-PHK</title><description>Pengusaha tekstil saat ini sangat mengkhawatirkan kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah  terhadap dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk"/><item><title>Ekonomi Melemah, 60 Ribu Pekerja Tekstil Di-PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2015 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk-opHLLZcRxY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pengangguran. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/25/320/1202388/ekonomi-melemah-60-ribu-pekerja-tekstil-di-phk-opHLLZcRxY.jpg</image><title>Ilustrasi pengangguran. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pelemahan ekonomi Indonesia membuat daya beli masyarakat menurun. Bahkan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengatakan pelemahan Rupiah tersebut 60 ribu para pegawai tekstil pun dinyatakan telah  dihentikan  dan pemangkasan waktu jam kerja pun terjadi.

&amp;ldquo;Rata-rata perusahaan tekstil yang berorientasi marketnya di pasar domestik, sudah banyak yang berhenti berproduksi. Sehingga enam puluh ribu pegawai tekstil telah diberhentikan,&amp;rdquo; jelas Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat, dalam IBCM, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Menurutnya, para pengusaha tekstil saat ini sangat mengkhawatirkan kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah  terhadap dolar AS. Pasalnya pelemahan ini akan makin menekan laju produksi hingga 35 persen, terutama perusahaan tekstil yang berorientasi di pasar domestik.

Ade menambahkan, jam operasional kerja para pegawai yang semula 40 jam per minggu kini dipangkas menjadi 25 jam per minggu. &quot;Semuanya yang berorientasi domestik rata rata sudah menghentikan produksinya sehingga ini mengurangi banyak tenaga Kerja di indonesia,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pelemahan ekonomi Indonesia membuat daya beli masyarakat menurun. Bahkan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengatakan pelemahan Rupiah tersebut 60 ribu para pegawai tekstil pun dinyatakan telah  dihentikan  dan pemangkasan waktu jam kerja pun terjadi.

&amp;ldquo;Rata-rata perusahaan tekstil yang berorientasi marketnya di pasar domestik, sudah banyak yang berhenti berproduksi. Sehingga enam puluh ribu pegawai tekstil telah diberhentikan,&amp;rdquo; jelas Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat, dalam IBCM, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Menurutnya, para pengusaha tekstil saat ini sangat mengkhawatirkan kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah  terhadap dolar AS. Pasalnya pelemahan ini akan makin menekan laju produksi hingga 35 persen, terutama perusahaan tekstil yang berorientasi di pasar domestik.

Ade menambahkan, jam operasional kerja para pegawai yang semula 40 jam per minggu kini dipangkas menjadi 25 jam per minggu. &quot;Semuanya yang berorientasi domestik rata rata sudah menghentikan produksinya sehingga ini mengurangi banyak tenaga Kerja di indonesia,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
