<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   ConnocoPhillips Kecewa Dituding Untung Besar Jual Gas   </title><description>Infrastruktur pendukung berupa pipa gas atau kilang LNG yang belum  memadai mMasih menjadi tantangan sendiri bagi industri energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas"/><item><title>   ConnocoPhillips Kecewa Dituding Untung Besar Jual Gas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2015 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas-7tlIV0Z2Qm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi geothermal. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/26/19/1202927/connocophillips-kecewa-dituding-untung-besar-jual-gas-7tlIV0Z2Qm.jpg</image><title>Ilustrasi geothermal. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Vice President Commercial ConnocoPhillips Taufik Ahmad kecewa dengan anggapan bila perusahaan hulu migas seperti ConnocoPhillips bakal mendapatkan keuntungan besar lantaran menjual gas dengan harga tinggi.

&quot;Cadangan gas ditemukan, pasar dalam negeri itu belum bisa menyerap gas yang akan kita produksi. Di Indonesia kita mengelola 20 blok gas, tapi yang bisa diproduksi cuma 2 blok,&quot; tutur Taufik di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Taufik mengatakan, infrastruktur pendukung berupa pipa gas atau kilang LNG yang belum memadai mMasih menjadi tantangan sendiri bagi industri energi di Tanah Air. &quot;Tapi saya juga akui memang dalam kontrak penjualan umumnya itu jangka panjang. Kontrak gas itu dari 15-30 tahun kontrak penjualannya,&quot; ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan sulitnya menemukan gas pada permukaan cost yang rendah khususnya di wilayah Barat, membuat eksplorasi gas di Indonesia berada di wilayah sulit, terutama di laut dalam.

&quot;Sekarang gas banyak di timur yang biayanya lebih mahal. Butuh waktu lama sekitar 15 tahun dari menemukan cadangan hingga berhasil memproduksi gas atau minyak bumi di Indonesia,&quot; jelasnya.

Sementara itu, industri dapat membayar gas jauh lebih mahal. Dibandingkan dari harga gas yang dijual ke perusahaan trader sekira USD4 per mmbtu. &quot;Di industri mencapai USD9-USD10 per mmbtu. Saya tidak tahu,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Vice President Commercial ConnocoPhillips Taufik Ahmad kecewa dengan anggapan bila perusahaan hulu migas seperti ConnocoPhillips bakal mendapatkan keuntungan besar lantaran menjual gas dengan harga tinggi.

&quot;Cadangan gas ditemukan, pasar dalam negeri itu belum bisa menyerap gas yang akan kita produksi. Di Indonesia kita mengelola 20 blok gas, tapi yang bisa diproduksi cuma 2 blok,&quot; tutur Taufik di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Taufik mengatakan, infrastruktur pendukung berupa pipa gas atau kilang LNG yang belum memadai mMasih menjadi tantangan sendiri bagi industri energi di Tanah Air. &quot;Tapi saya juga akui memang dalam kontrak penjualan umumnya itu jangka panjang. Kontrak gas itu dari 15-30 tahun kontrak penjualannya,&quot; ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan sulitnya menemukan gas pada permukaan cost yang rendah khususnya di wilayah Barat, membuat eksplorasi gas di Indonesia berada di wilayah sulit, terutama di laut dalam.

&quot;Sekarang gas banyak di timur yang biayanya lebih mahal. Butuh waktu lama sekitar 15 tahun dari menemukan cadangan hingga berhasil memproduksi gas atau minyak bumi di Indonesia,&quot; jelasnya.

Sementara itu, industri dapat membayar gas jauh lebih mahal. Dibandingkan dari harga gas yang dijual ke perusahaan trader sekira USD4 per mmbtu. &quot;Di industri mencapai USD9-USD10 per mmbtu. Saya tidak tahu,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
