<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LRT Palembang Diyakini Pangkas 50% Kemacetan</title><description>Sumsel dinilai mampu memangkas kemacetan sebesar 50 persen dengan adanya moda transportasi massal seperti Light Rapid Transit (LRT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan"/><item><title>LRT Palembang Diyakini Pangkas 50% Kemacetan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2015 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan-Wz34Ov8Ows.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/26/320/1202725/lrt-palembang-diyakini-pangkas-50-kemacetan-Wz34Ov8Ows.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar optimistis mampu memangkas kemacetan sebesar 50 persen dengan adanya moda transportasi massal seperti Light Rapid Transit (LRT).

Pemprov Sumsel sendiri menargetkan pembangunan LRT pada awal 2016 dan diselesaikan pada 2018 atau sebelum perhelatan ASEAN Games yang dilaksanakan di kota mpek-mpek.

&quot;LRT dapat dan pasti mengurai kemacetan, berdasarkan matematis bisa mengurai pada 50 persen, karena visi ratio kita sudah 1,5 persen lagi,&quot; kata Nasrun, Rabu (26/8/2015).

Nasrun menyebutkan, pembangunan LRT di kota Palembang ini akan dilakukan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai dengan komplek olah raga atau Jakabaring dengan panjang sekitar 24 kilometer (km).

&quot;Sekarang posisi kita memperkuat dokumen yang tinggal menunggu Perpres,&quot; tambahnya.

Nasrun menuturkan, rute LRT yang akan dibangun di Kota Pempek ini juga melewati tujuh koridor jalan dengan kapasitas kemacetannya tinggi. Oleh karena itu, sambung Nasrun, pembangunan LRT mampu mengurai kemacetan yang ada saat ini.

&quot;Karena survei terakhir, fisi rasio jalan kita, di tujuh koridor jalan utama itu hanya 1,5 persen, sudah tidak bisa menampung mobil lagi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar optimistis mampu memangkas kemacetan sebesar 50 persen dengan adanya moda transportasi massal seperti Light Rapid Transit (LRT).

Pemprov Sumsel sendiri menargetkan pembangunan LRT pada awal 2016 dan diselesaikan pada 2018 atau sebelum perhelatan ASEAN Games yang dilaksanakan di kota mpek-mpek.

&quot;LRT dapat dan pasti mengurai kemacetan, berdasarkan matematis bisa mengurai pada 50 persen, karena visi ratio kita sudah 1,5 persen lagi,&quot; kata Nasrun, Rabu (26/8/2015).

Nasrun menyebutkan, pembangunan LRT di kota Palembang ini akan dilakukan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai dengan komplek olah raga atau Jakabaring dengan panjang sekitar 24 kilometer (km).

&quot;Sekarang posisi kita memperkuat dokumen yang tinggal menunggu Perpres,&quot; tambahnya.

Nasrun menuturkan, rute LRT yang akan dibangun di Kota Pempek ini juga melewati tujuh koridor jalan dengan kapasitas kemacetannya tinggi. Oleh karena itu, sambung Nasrun, pembangunan LRT mampu mengurai kemacetan yang ada saat ini.

&quot;Karena survei terakhir, fisi rasio jalan kita, di tujuh koridor jalan utama itu hanya 1,5 persen, sudah tidak bisa menampung mobil lagi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
