<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bajak-membajak Karyawan Jadi Menu Sehari-hari di E-Commerce</title><description>Industri ritel online atau e-commerce merupakan ranah industri yang masih beli di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce"/><item><title>Bajak-membajak Karyawan Jadi Menu Sehari-hari di E-Commerce</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2015 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce-z5V4wloS2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi belanja online. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/27/320/1203637/bajak-membajak-karyawan-jadi-menu-sehari-hari-di-e-commerce-z5V4wloS2l.jpg</image><title>Ilustrasi belanja online. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Industri ritel online atau e-commerce merupakan ranah industri yang masih beli di Indonesia. Namun industri ini berkembang pesat, hal itu terlihat dari maraknya perusahaan e-commerce baru yang bermunculan.

Di tengah tumbuh kembangnya industri e-commerce, ternyata banyak praktek pembajakan dari karyawan perusahaan e-commerce yang sudah terlebih dahulu muncul. Namun Blibli.com mengaku tidak takut karyawannya dibajak.

CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan, hal itu dikarenakan dirinya menerapkan budaya kerja kekeluargaan dalam perusahaan.  Dirinya memberikan keleluasaan dalam bekerja untuk semua seluruh karyawannya.

&quot;Sejak awal saya bangun culture perusahaan dengan ada unsur fun-nya, karena kebanyakan karyawan kami masih muda,&quot; ujarnya di restoran Kembang Goela, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Kusumo menjelaskan, dari desain dan fasilitas kantor dibuat untuk memberikan rasa nyaman dan menyenangkan untuk karyawannya. Bahkan Blibli.com menyediakan wall climbing dan ruang game center untuk karyawannya yang ingin melepas penat saat bekerja.

Selain itu, Kusumo juga memberikan fleksibilitas waktu kerja untuk karyawannya. Dia membebaskan karyawannya jika ingin datang lebih pagi karena ingin pulang lebih awal dan sebaliknya. Tapi yang terpenting waktu kerjanya masih sesuai yang ditetapkan.

&quot;Ada yang masuk jam 6 pagi tapi ingin pulang sore. Kami bebaskan, karena semua orang mempunya jam efektif kerja yang berbeda-beda. Bahkan terkadang jika ada yang masih ada di kantor saya usir suruh pulang,&quot; imbuhnya.

Dengan budaya kerja yang diterapkan itu, Kusumo mengaku turn over karyawan di Blibli.com relatif kecil. Kalaupun ada karyawannya yang berhenti, itu pun dikarenakan ingin membuka usaha atau menjadi ibu rumah tangga. &quot;Ini salah satu yang kami banggakan, di tengah e-commerce yang sedang hot, turn over kami kecil,&quot; imbuhnya.

Bahkan, jika ada karyawannya yang ditawari posisi kerja di perusahaan kompetitor, karyawan tersebut memberitahu dirinya. Diakuinya hampir semua posisi karyawannya pernah dicoba dibajak oleh kompetitor. &quot;Dia bilang boleh tidak saya wawancara dengan perusahaan A, B atau C. Ya kami open saja. Tapi ujung-ujungnya mereka bertahan,&quot; katanya.

Menurut catatannya, karyawan Blibli.com saat ini sudah mencapai 550 orang. Jumlah tersebut berkembang setelah perusahaan ini berdiri selama empat tahun.

</description><content:encoded>JAKARTA - Industri ritel online atau e-commerce merupakan ranah industri yang masih beli di Indonesia. Namun industri ini berkembang pesat, hal itu terlihat dari maraknya perusahaan e-commerce baru yang bermunculan.

Di tengah tumbuh kembangnya industri e-commerce, ternyata banyak praktek pembajakan dari karyawan perusahaan e-commerce yang sudah terlebih dahulu muncul. Namun Blibli.com mengaku tidak takut karyawannya dibajak.

CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan, hal itu dikarenakan dirinya menerapkan budaya kerja kekeluargaan dalam perusahaan.  Dirinya memberikan keleluasaan dalam bekerja untuk semua seluruh karyawannya.

&quot;Sejak awal saya bangun culture perusahaan dengan ada unsur fun-nya, karena kebanyakan karyawan kami masih muda,&quot; ujarnya di restoran Kembang Goela, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Kusumo menjelaskan, dari desain dan fasilitas kantor dibuat untuk memberikan rasa nyaman dan menyenangkan untuk karyawannya. Bahkan Blibli.com menyediakan wall climbing dan ruang game center untuk karyawannya yang ingin melepas penat saat bekerja.

Selain itu, Kusumo juga memberikan fleksibilitas waktu kerja untuk karyawannya. Dia membebaskan karyawannya jika ingin datang lebih pagi karena ingin pulang lebih awal dan sebaliknya. Tapi yang terpenting waktu kerjanya masih sesuai yang ditetapkan.

&quot;Ada yang masuk jam 6 pagi tapi ingin pulang sore. Kami bebaskan, karena semua orang mempunya jam efektif kerja yang berbeda-beda. Bahkan terkadang jika ada yang masih ada di kantor saya usir suruh pulang,&quot; imbuhnya.

Dengan budaya kerja yang diterapkan itu, Kusumo mengaku turn over karyawan di Blibli.com relatif kecil. Kalaupun ada karyawannya yang berhenti, itu pun dikarenakan ingin membuka usaha atau menjadi ibu rumah tangga. &quot;Ini salah satu yang kami banggakan, di tengah e-commerce yang sedang hot, turn over kami kecil,&quot; imbuhnya.

Bahkan, jika ada karyawannya yang ditawari posisi kerja di perusahaan kompetitor, karyawan tersebut memberitahu dirinya. Diakuinya hampir semua posisi karyawannya pernah dicoba dibajak oleh kompetitor. &quot;Dia bilang boleh tidak saya wawancara dengan perusahaan A, B atau C. Ya kami open saja. Tapi ujung-ujungnya mereka bertahan,&quot; katanya.

Menurut catatannya, karyawan Blibli.com saat ini sudah mencapai 550 orang. Jumlah tersebut berkembang setelah perusahaan ini berdiri selama empat tahun.

</content:encoded></item></channel></rss>
