<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tom Lembong Prihatin Banyak Toko Online Informal</title><description>Namun banyaknya toko online membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong prihatin.
&amp;nbsp;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal"/><item><title>Tom Lembong Prihatin Banyak Toko Online Informal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2015 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal-6VGOqD0uzl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Thomas Lembong (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/27/320/1203663/tom-lembong-prihatin-banyak-toko-online-informal-6VGOqD0uzl.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Thomas Lembong (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seiring perkembangan teknologi, perdagangan melalui jaringan internet atau toko online makin menjamur. Namun banyaknya toko online membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong prihatin.

Pasalnya, penjual menjajakan barang dagangan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Bagi Tom, cara ini masih belum mencerminkan toko online formal seperti milik negara lain.

&quot;Saya pribadi prihatin dengan perkembangan e-commerce di Indonesia. Saya sadar sebagai kaum muda, teman-teman saya semua itu yang dagang di Facebook dan mungkin kesan saya sangat informal,&quot; paparnya di Gedung BI, Kamis (27/8/2015).

Tom menilai, perkembangan bisnis online di Indonesia sangat menggegerkan. Untuk itu diperlukan upaya mengarahkan bisnis online di Indonesia seperti milik AS Amazon atau milik China Alibaba.

Dengan alasan tersebut, dirinya mendukung forum bentukan BI dan pemerintah. Dia menilai Forum Sistem Pembayaran Indonesia (FSPI) bisa menjadi wadah untuk membuat sistem pembayaran resmi bagi bisnis online yang ada.

&quot;Jadi ini upaya dari BI, OJK dan Kominfo membuat satu sistem yang formal, saya kira ini baik bagi semua pihak,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Seiring perkembangan teknologi, perdagangan melalui jaringan internet atau toko online makin menjamur. Namun banyaknya toko online membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong prihatin.

Pasalnya, penjual menjajakan barang dagangan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Bagi Tom, cara ini masih belum mencerminkan toko online formal seperti milik negara lain.

&quot;Saya pribadi prihatin dengan perkembangan e-commerce di Indonesia. Saya sadar sebagai kaum muda, teman-teman saya semua itu yang dagang di Facebook dan mungkin kesan saya sangat informal,&quot; paparnya di Gedung BI, Kamis (27/8/2015).

Tom menilai, perkembangan bisnis online di Indonesia sangat menggegerkan. Untuk itu diperlukan upaya mengarahkan bisnis online di Indonesia seperti milik AS Amazon atau milik China Alibaba.

Dengan alasan tersebut, dirinya mendukung forum bentukan BI dan pemerintah. Dia menilai Forum Sistem Pembayaran Indonesia (FSPI) bisa menjadi wadah untuk membuat sistem pembayaran resmi bagi bisnis online yang ada.

&quot;Jadi ini upaya dari BI, OJK dan Kominfo membuat satu sistem yang formal, saya kira ini baik bagi semua pihak,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
