<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Darmin Nasution : Ekonomi RI Makin Lama Makin Rentan</title><description>Pembelajaran yang bisa diperoleh sejauh ini dalam perekonomian Indonesia, lanjut Darmin Nasution adalah ekonomi Indonesia yang rentan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan"/><item><title>Darmin Nasution : Ekonomi RI Makin Lama Makin Rentan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2015 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan-ZGo0JbuDsQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/31/20/1205622/darmin-nasution-ekonomi-ri-makin-lama-makin-rentan-ZGo0JbuDsQ.jpg</image><title>Foto: Dok Okezone.</title></images><description>
JAKARTA - Kondisi ekonomi Indonesia saat ini membuat banyak kalangan kalang kabut. Pasalnya, Rupiah tembus Rp14 ribu dan IHSG jatuh ke masuk level terendah pekan lalu di kisaran 4.100. Belum lagi dari sisi dalam negeri tengah mengalami pelambatan ekonomi.
Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, dalam menghadapi situasi seperti itu, banyak hal yang terjadi. Namun, pada dasarnya ada beberapa aspek yang perlu disoroti, yakni pembelajaran dari riwayat ekonomi yang pernah dilakukan.
Darmin menjelaskan, bicara mengenai ekonomi dari masa ke masa, banyak keberhasilannya dan ada juga ketidakberhasilannya.
&quot;Mungkin lebih dari itu, ada hal yang semakin lama semakin berat persoalannya. Ada yang kemudian bisa semakin ringan persoalannya,&quot; ujar Darmin di Gedung Kemenkeu, Senin (31/8/2015).
Pembelajaran yang bisa diperoleh sejauh ini dalam perekonomian Indonesia, lanjut Darmin adalah ekonomi Indonesia yang rentan. Apalagi di segi keuangan dan permodalan.
&quot;Kita rasakan sepeti apa kerentanan itu. Darimana sumbernya? Kelihatannya semakin lama semakin tinggi kerentanannya. Sebagian hasil dari pengaruh ekonomi global. Tidak diragukan. Sebagian lagi adalah persoalan kita sendiri,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kondisi ekonomi Indonesia saat ini membuat banyak kalangan kalang kabut. Pasalnya, Rupiah tembus Rp14 ribu dan IHSG jatuh ke masuk level terendah pekan lalu di kisaran 4.100. Belum lagi dari sisi dalam negeri tengah mengalami pelambatan ekonomi.
Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, dalam menghadapi situasi seperti itu, banyak hal yang terjadi. Namun, pada dasarnya ada beberapa aspek yang perlu disoroti, yakni pembelajaran dari riwayat ekonomi yang pernah dilakukan.
Darmin menjelaskan, bicara mengenai ekonomi dari masa ke masa, banyak keberhasilannya dan ada juga ketidakberhasilannya.
&quot;Mungkin lebih dari itu, ada hal yang semakin lama semakin berat persoalannya. Ada yang kemudian bisa semakin ringan persoalannya,&quot; ujar Darmin di Gedung Kemenkeu, Senin (31/8/2015).
Pembelajaran yang bisa diperoleh sejauh ini dalam perekonomian Indonesia, lanjut Darmin adalah ekonomi Indonesia yang rentan. Apalagi di segi keuangan dan permodalan.
&quot;Kita rasakan sepeti apa kerentanan itu. Darimana sumbernya? Kelihatannya semakin lama semakin tinggi kerentanannya. Sebagian hasil dari pengaruh ekonomi global. Tidak diragukan. Sebagian lagi adalah persoalan kita sendiri,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
