<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paket Kebijakan Pemerintah Diyakini Buat Pasar Semangat</title><description>Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekonomian Indonesia yang saat ini masih melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat"/><item><title>Paket Kebijakan Pemerintah Diyakini Buat Pasar Semangat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2015 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat-DO4mfscdNE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi IHSG. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/31/278/1205285/paket-kebijakan-pemerintah-diyakini-buat-pasar-semangat-DO4mfscdNE.jpg</image><title>Ilustrasi IHSG. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekonomian Indonesia yang saat ini masih melemah. Paket kebijakan ini, merupakan paket kebijakan pertama yang dikeluarkan pemerintah era Jokowi-JK.

Managing Director Omni Invest, Andry Tjoe, menilai paket kebijakan ini akan memberikan sentimen pada pasar. Namun, sentimen tersebut akan sangat tergantung pada respons pemerintah.

&quot;Adanya paket kebijakan baru yang akan dikeluarkan pak Darmin (Menko Bidang Ekonomi Darmin Nasuiton) bisa memberikan sentimen positif pada pasar jika sesuai harapan. Tapi jika tidak, ya market akan stagnan,&quot; jelas dia dalam acara Market Sight di iBCM, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Meski demikian, dia melihat ada potensi pasar saham hari ini mengalami koreksi. Hal ini lantaran pasar sudah naik cukup besar akhir pekan kemarin. &quot;Jangka pendek akan ada profit taking karena sudah naik cukup tinggi kemarin. Investor juga harus waspada, sejumlah mata uang melemah karena curency war baru dimulai,&quot; tambah dia.

Menurutnya, pelemahan yang terjadi di pasar ini merupakan sinyal bahwa ekonomi kurang bersahabat. &quot;Saya melihat kejatuhan bursa signifikan harus sudah mulai diwaspadai, jadi kita harus prepare apa yang akan terjadi ke depan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekonomian Indonesia yang saat ini masih melemah. Paket kebijakan ini, merupakan paket kebijakan pertama yang dikeluarkan pemerintah era Jokowi-JK.

Managing Director Omni Invest, Andry Tjoe, menilai paket kebijakan ini akan memberikan sentimen pada pasar. Namun, sentimen tersebut akan sangat tergantung pada respons pemerintah.

&quot;Adanya paket kebijakan baru yang akan dikeluarkan pak Darmin (Menko Bidang Ekonomi Darmin Nasuiton) bisa memberikan sentimen positif pada pasar jika sesuai harapan. Tapi jika tidak, ya market akan stagnan,&quot; jelas dia dalam acara Market Sight di iBCM, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Meski demikian, dia melihat ada potensi pasar saham hari ini mengalami koreksi. Hal ini lantaran pasar sudah naik cukup besar akhir pekan kemarin. &quot;Jangka pendek akan ada profit taking karena sudah naik cukup tinggi kemarin. Investor juga harus waspada, sejumlah mata uang melemah karena curency war baru dimulai,&quot; tambah dia.

Menurutnya, pelemahan yang terjadi di pasar ini merupakan sinyal bahwa ekonomi kurang bersahabat. &quot;Saya melihat kejatuhan bursa signifikan harus sudah mulai diwaspadai, jadi kita harus prepare apa yang akan terjadi ke depan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
