<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub: LRT Lebih Efisien Dibandingkan Monorel   </title><description>&quot;Monorel itu secara teknis ini lebih tidak efisien dibandingkan LRT,&quot; kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel"/><item><title>Kemenhub: LRT Lebih Efisien Dibandingkan Monorel   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel</guid><pubDate>Selasa 08 September 2015 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel-rkObpHJzt9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/08/320/1210593/kemenhub-lrt-lebih-efisien-dibandingkan-monorel-rkObpHJzt9.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkerataapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, kereta ringan atau light rail transit (LRT) lebih efisien dibandingkan dengan monorel.

&quot;Monorel itu secara teknis ini lebih tidak efisien dibandingkan LRT,&quot; kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko di Kantornya, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Hermanto menyebutkan, yang membuat LRT lebih efisien dibandingkan dengan monorail adalah mulai dari kecepatan dan penggunaan perangkat dari LRT yang berbeda dengan monorail.

&quot;LRT menggunakan roda baja, kalau misalnya dorong sedikit saja sudah jalan, powermya lebih besar monorel karena pakai roda depan,&quot; tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Hermanto, pembangunan LRT mendesak dilakukan oleh Indonesia juga, lantaran mengikuti perkembangan jaman sebagai moda transportasi umum.

&quot;Monorail yang di negara-negara lain juga sudah dikurang-kurangi, jadi itu kenapa pindah ke LRT. Kalau monorel itu mahal,&quot; tandasnya.

Pemerintah akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan LRT pada 9 September 2015 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dengan rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km dengan total biaya investasi pembangunan tahap pertama ini sebesar Rp23,817 triliun.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkerataapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, kereta ringan atau light rail transit (LRT) lebih efisien dibandingkan dengan monorel.

&quot;Monorel itu secara teknis ini lebih tidak efisien dibandingkan LRT,&quot; kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko di Kantornya, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Hermanto menyebutkan, yang membuat LRT lebih efisien dibandingkan dengan monorail adalah mulai dari kecepatan dan penggunaan perangkat dari LRT yang berbeda dengan monorail.

&quot;LRT menggunakan roda baja, kalau misalnya dorong sedikit saja sudah jalan, powermya lebih besar monorel karena pakai roda depan,&quot; tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Hermanto, pembangunan LRT mendesak dilakukan oleh Indonesia juga, lantaran mengikuti perkembangan jaman sebagai moda transportasi umum.

&quot;Monorail yang di negara-negara lain juga sudah dikurang-kurangi, jadi itu kenapa pindah ke LRT. Kalau monorel itu mahal,&quot; tandasnya.

Pemerintah akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan LRT pada 9 September 2015 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dengan rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km dengan total biaya investasi pembangunan tahap pertama ini sebesar Rp23,817 triliun.
</content:encoded></item></channel></rss>
