<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Broker Nakal, Uang Investor Kerap Ludes</title><description>Masih ada saja broker nakal yang melakukan cara curang untuk memperoleh keuntungan pribadi seperti goreng saham</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes"/><item><title>Gara-Gara Broker Nakal, Uang Investor Kerap Ludes</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes</guid><pubDate>Rabu 09 September 2015 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes-OAEh4ior2b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/09/278/1211384/gara-gara-broker-nakal-uang-investor-kerap-ludes-OAEh4ior2b.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Hingga saat ini masih ada saja anggota bursa (AB) atau broker nakal yang melakukan cara curang untuk memperoleh keuntungan pribadi seperti goreng saham atau cornering. Aksi-aksi tersebut masih marak terjadi sehingga butuh tindak tegas dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Padahal menurut Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) Sanusi, pihak pelaku pasar atau investor kecil juga  menjadi salah satu pihak yang dirugikan. Tidak heran jika karena aksi tersebut bak mimpi buruk dan merusak citra pasar saham. Pada akhirnya publik enggan berinvestasi di pasar saham.
&quot;Sekarang investor banyak berkurang memang uang mereka rata-rata habis karena itu. Sebenarnya banyak alasan juga, tapi salah satunya karena itu,&quot; tutur Sanusi saat dihubungi Okezone, Rabu (9/9/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/23/20434/127920_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Melemah Setelah Lebaran&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dirinya memandang aksi dari broker nakal tersebut terjadi karena kurangnya tindak tegas dari pihak BEI dan OJK. Sehingga aksi tersebut seakan lumrah dilakukan.
&quot;Sepanjang tidak ada keberpihakan ke investor hanya pihak-pihak tertentu yang bisa melobi, pihak-pihak tertentu yang bisa mendekati bursa, saya tidak tahu bisa diperbaiki atau tidak. Kami yang kecil-kecil sudah habis, tinggal dim saja,&quot; pangkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Hingga saat ini masih ada saja anggota bursa (AB) atau broker nakal yang melakukan cara curang untuk memperoleh keuntungan pribadi seperti goreng saham atau cornering. Aksi-aksi tersebut masih marak terjadi sehingga butuh tindak tegas dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Padahal menurut Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) Sanusi, pihak pelaku pasar atau investor kecil juga  menjadi salah satu pihak yang dirugikan. Tidak heran jika karena aksi tersebut bak mimpi buruk dan merusak citra pasar saham. Pada akhirnya publik enggan berinvestasi di pasar saham.
&quot;Sekarang investor banyak berkurang memang uang mereka rata-rata habis karena itu. Sebenarnya banyak alasan juga, tapi salah satunya karena itu,&quot; tutur Sanusi saat dihubungi Okezone, Rabu (9/9/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/23/20434/127920_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Melemah Setelah Lebaran&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dirinya memandang aksi dari broker nakal tersebut terjadi karena kurangnya tindak tegas dari pihak BEI dan OJK. Sehingga aksi tersebut seakan lumrah dilakukan.
&quot;Sepanjang tidak ada keberpihakan ke investor hanya pihak-pihak tertentu yang bisa melobi, pihak-pihak tertentu yang bisa mendekati bursa, saya tidak tahu bisa diperbaiki atau tidak. Kami yang kecil-kecil sudah habis, tinggal dim saja,&quot; pangkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
