<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Harga Rumah Murah Masih Mahal</title><description>Ada sejumlah faktor yang membuat perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal"/><item><title>Alasan Harga Rumah Murah Masih Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal</guid><pubDate>Kamis 10 September 2015 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal-D7VX52VQzt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/10/470/1211700/alasan-harga-rumah-murah-masih-mahal-D7VX52VQzt.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Ada sejumlah faktor yang membuat perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi mahal. Hal ini terutama dipicu faktor komponen rumah.

&quot;Harga rumah ditentukan oleh komponen rumah seperti harga tanah, kemudian  perizinan pembangunan,  ketersedian infrastruktur,  ketersediaan kredit,  harga bangunan, dan biaya tenaga kerja dalam membangunnya,&quot; ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus dalam acara Indonesia Banking Expo (IBEX) yang membahas &quot;Program Satu Juta Rumah, di Ruang Cendrawasi, JCC, Kamis (10/9/2015).

Melihat hal-hal tersebut, pemerintah tidak menyerahkan rumah MBR sepenuhnya ke pasar. Untuk itu, pemerintah berikan KPR sejahtera untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)

&quot;Jadi rumah untuk MBR tidak kami serahkan langsung pada  mekanisme pasar. Kalau itu dilakukan, MBR akan semakin menurun dan kesulitan,  karena peningkatan harga rumah dengan MBR semakin jauh. Kami akan kontrol dengan berikan FLPP,&quot; tuturnya.

Pengontrolan tersebut, Maurin jelaskan, misalnya untuk wilayah Jawa, harga rumah MBR 2015 ditetapkan dengan harga  Rp110 juta dan untuk daerah kalimantan Rp120 juta. Penetapan harga tersebut dilakukan untuk mengontrol faktor komonen rumah yang terus meningkat.

&quot;Ini kontrolnya. Pemerintah mengontrol dampak, dari  harga tanah, perizinan, dan lainnya. Hal ini untuk melindungi MBR,&quot; ujarnya.

Oleh karena itu, Maurin menuturkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri alias membutuhkan kerjasama dalam hal ini Pemerintah Daerah. Menurutnya, Pemda dapat memainkan peranan dalam mengendalaikan komponen rumah tersebut.


</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Ada sejumlah faktor yang membuat perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi mahal. Hal ini terutama dipicu faktor komponen rumah.

&quot;Harga rumah ditentukan oleh komponen rumah seperti harga tanah, kemudian  perizinan pembangunan,  ketersedian infrastruktur,  ketersediaan kredit,  harga bangunan, dan biaya tenaga kerja dalam membangunnya,&quot; ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus dalam acara Indonesia Banking Expo (IBEX) yang membahas &quot;Program Satu Juta Rumah, di Ruang Cendrawasi, JCC, Kamis (10/9/2015).

Melihat hal-hal tersebut, pemerintah tidak menyerahkan rumah MBR sepenuhnya ke pasar. Untuk itu, pemerintah berikan KPR sejahtera untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)

&quot;Jadi rumah untuk MBR tidak kami serahkan langsung pada  mekanisme pasar. Kalau itu dilakukan, MBR akan semakin menurun dan kesulitan,  karena peningkatan harga rumah dengan MBR semakin jauh. Kami akan kontrol dengan berikan FLPP,&quot; tuturnya.

Pengontrolan tersebut, Maurin jelaskan, misalnya untuk wilayah Jawa, harga rumah MBR 2015 ditetapkan dengan harga  Rp110 juta dan untuk daerah kalimantan Rp120 juta. Penetapan harga tersebut dilakukan untuk mengontrol faktor komonen rumah yang terus meningkat.

&quot;Ini kontrolnya. Pemerintah mengontrol dampak, dari  harga tanah, perizinan, dan lainnya. Hal ini untuk melindungi MBR,&quot; ujarnya.

Oleh karena itu, Maurin menuturkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri alias membutuhkan kerjasama dalam hal ini Pemerintah Daerah. Menurutnya, Pemda dapat memainkan peranan dalam mengendalaikan komponen rumah tersebut.


</content:encoded></item></channel></rss>
