<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Meninggal, Ali Wardhana Minta Ekonomi Indonesia Dibenahi</title><description>Almarhum Ali Wardhana merupakan salah satu tokoh ekonomi Indonesia yang  punya dedikasi besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-dibenahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-dibenahi"/><item><title>Sebelum Meninggal, Ali Wardhana Minta Ekonomi Indonesia Dibenahi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-dibenahi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-dibenahi</guid><pubDate>Senin 14 September 2015 22:24 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-di-benahi-xZuiXoeZ3J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/14/320/1214184/sebelum-meninggal-ali-wardhana-minta-ekonomi-indonesia-di-benahi-xZuiXoeZ3J.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Almarhum Ali Wardhana merupakan salah satu tokoh ekonomi Indonesia yang punya dedikasi besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.

Kecintaannya terhadap Indonesia mendorong Ali untuk terus berupaya mengendalikan stabilitas ekonomi sewaktu dia menjabat sebagai Menteri Keuangan selama 15 tahun.


Bahkan rasa cintanya terhadap Indonesia itu tidak luntur hingga menjelang akhir hayatnya. Hal itu terlihat dari sikapnya sewaktu tak berdaya di rumah sakit karena sakit paru-paru kronis, dia berpesan agar perekonomian Indonesia saat ini bisa dibenahi.
&quot;Dalam kunjungan saya waktu beliau sakit, tidak bisa ngomong betul. Tapi dalam caranya, dia minta supaya ekonomi diatur. Dalam keadaan sakit pun beliau masih memikirkan ekonomi Tanah Air kita. Beliau dengan bahasa tangannya ekonomi supaya atur,&quot; tutur Mantan Wantimpres Emil Salim di Rumah Duka Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015).
Sebelum meninggal pada sore hari ini, Ali Wardhana memang sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra selama tiga minggu. Emil mengaku pada saat itulah dia menangkap pesan yang dilontarkan Almarhum secara isyarat.
&quot;Saya lihat saat itu beliau masih memikirkan ekonomi. Terharulah kita. Saya merasa kehilangan sekali. Bayangkan, puluhan tahun bersama beliau. Baik di fakultas atau di pekerjaan,&quot; pungkasnya. (rzk)
</description><content:encoded>JAKARTA - Almarhum Ali Wardhana merupakan salah satu tokoh ekonomi Indonesia yang punya dedikasi besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.

Kecintaannya terhadap Indonesia mendorong Ali untuk terus berupaya mengendalikan stabilitas ekonomi sewaktu dia menjabat sebagai Menteri Keuangan selama 15 tahun.


Bahkan rasa cintanya terhadap Indonesia itu tidak luntur hingga menjelang akhir hayatnya. Hal itu terlihat dari sikapnya sewaktu tak berdaya di rumah sakit karena sakit paru-paru kronis, dia berpesan agar perekonomian Indonesia saat ini bisa dibenahi.
&quot;Dalam kunjungan saya waktu beliau sakit, tidak bisa ngomong betul. Tapi dalam caranya, dia minta supaya ekonomi diatur. Dalam keadaan sakit pun beliau masih memikirkan ekonomi Tanah Air kita. Beliau dengan bahasa tangannya ekonomi supaya atur,&quot; tutur Mantan Wantimpres Emil Salim di Rumah Duka Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015).
Sebelum meninggal pada sore hari ini, Ali Wardhana memang sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra selama tiga minggu. Emil mengaku pada saat itulah dia menangkap pesan yang dilontarkan Almarhum secara isyarat.
&quot;Saya lihat saat itu beliau masih memikirkan ekonomi. Terharulah kita. Saya merasa kehilangan sekali. Bayangkan, puluhan tahun bersama beliau. Baik di fakultas atau di pekerjaan,&quot; pungkasnya. (rzk)
</content:encoded></item></channel></rss>
