<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Nyaris Rp14.800, Darmin Akan Temui BI</title><description>Pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi pelemahan Rupiah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi"/><item><title>Rupiah Nyaris Rp14.800, Darmin Akan Temui BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2015 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi-IHjiEjjVyZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/25/278/1220897/rupiah-nyaris-rp14-800-darmin-akan-temui-bi-IHjiEjjVyZ.jpg</image><title>Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah ke Rp14.600 per USD membuat banyak industri menjerit. Pasalnya, pasokan bahan baku dari dalam negeri rata-rata belum dapat menopang kebutuhan industri, sehingga dibutuhkan impor.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi pelemahan Rupiah.

&quot;Apa yang sedang dan sudah dilakukan sejauh ini juga untuk itu, tapi kan dampaknya enggak bisa langsung. Kalau yang langsung, saya kan sudah cerita, itu peran BI,&quot; kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Darmin menambahkan, selain komunikasi yang intens dilakukan antara pemerintah dan BI, diperlukan juga rapat yang mendalam. &quot;Nah kita akan melakukan rapat koordinasi dengan BI untuk itu,&quot; paparnya.

Namun, saat ditanya kapan kondisi pelemahan Rupiah terjadi, Darmin enggan menjawab. Dirinya berkilah akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BI. &quot;Mudah-mudahan lah minggu depan kita bisa komunikasi lagi,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah ke Rp14.600 per USD membuat banyak industri menjerit. Pasalnya, pasokan bahan baku dari dalam negeri rata-rata belum dapat menopang kebutuhan industri, sehingga dibutuhkan impor.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi pelemahan Rupiah.

&quot;Apa yang sedang dan sudah dilakukan sejauh ini juga untuk itu, tapi kan dampaknya enggak bisa langsung. Kalau yang langsung, saya kan sudah cerita, itu peran BI,&quot; kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Darmin menambahkan, selain komunikasi yang intens dilakukan antara pemerintah dan BI, diperlukan juga rapat yang mendalam. &quot;Nah kita akan melakukan rapat koordinasi dengan BI untuk itu,&quot; paparnya.

Namun, saat ditanya kapan kondisi pelemahan Rupiah terjadi, Darmin enggan menjawab. Dirinya berkilah akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BI. &quot;Mudah-mudahan lah minggu depan kita bisa komunikasi lagi,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
