<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Ingin Tahu Pabrik yang Lakukan PHK   </title><description>PHK massal tersebut berdasarkan data dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Jawa Barat dan Jawa Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk"/><item><title>Menperin Ingin Tahu Pabrik yang Lakukan PHK   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2015 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk-QiLU7o9X8i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi buruh. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/02/320/1225295/menperin-ingin-tahu-pabrik-yang-lakukan-phk-QiLU7o9X8i.jpg</image><title>Ilustrasi buruh. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin tidak yakin ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di sektor industri. Pasalnya, data yang disajikan selalu berbeda.

&quot;PHK yang dibilang banyak industrinya apa, lokasinya di mana. Saya tanya balik,&quot; tegas Saleh, di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Menurut dia, PHK massal tersebut berdasarkan data dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Jawa Barat dan Jawa Tengah. &quot;Nama industrinya apa, biar sama-sama dicek. Jangan dunia maya, nama pabriknya di mana, lokasinya di mana. Kita datangi, benar enggak itu dia PHK,&quot; ujarnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tidak ada data mengenai PHK tersebut. &quot;Sampai saat ini belum ada secara resmi, makanya saya tanya kembali, ada gak PHK, sebutkan PT nya apa, pabriknya di mana,&quot; ucapnya.

Senada Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, ada anomali yang terjadi di sektor tekstil. &quot;Anomali yang dimaksud adalah pada satu sisi kalangan industri tekstil menyuarakan adanya permasalahan hingga yang menyebabkan adanya PHK hingga 39 ribu orang karyawan,&quot; ucapnya.

Franky menambahkan, BKPM juga mencatat geliat investasi di sektor ini terus berjalan dan mengalami kenaikan pada semester I-2015 kemarin. &quot;Bahkan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) juga mencatat industri garmen di Jawa Tengah masih kekurangan tenaga kerja hingga 8.000 orang,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin tidak yakin ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di sektor industri. Pasalnya, data yang disajikan selalu berbeda.

&quot;PHK yang dibilang banyak industrinya apa, lokasinya di mana. Saya tanya balik,&quot; tegas Saleh, di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Menurut dia, PHK massal tersebut berdasarkan data dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Jawa Barat dan Jawa Tengah. &quot;Nama industrinya apa, biar sama-sama dicek. Jangan dunia maya, nama pabriknya di mana, lokasinya di mana. Kita datangi, benar enggak itu dia PHK,&quot; ujarnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tidak ada data mengenai PHK tersebut. &quot;Sampai saat ini belum ada secara resmi, makanya saya tanya kembali, ada gak PHK, sebutkan PT nya apa, pabriknya di mana,&quot; ucapnya.

Senada Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, ada anomali yang terjadi di sektor tekstil. &quot;Anomali yang dimaksud adalah pada satu sisi kalangan industri tekstil menyuarakan adanya permasalahan hingga yang menyebabkan adanya PHK hingga 39 ribu orang karyawan,&quot; ucapnya.

Franky menambahkan, BKPM juga mencatat geliat investasi di sektor ini terus berjalan dan mengalami kenaikan pada semester I-2015 kemarin. &quot;Bahkan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) juga mencatat industri garmen di Jawa Tengah masih kekurangan tenaga kerja hingga 8.000 orang,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
