<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Bisa Ekspor Mobil Kalau Pajak Mobil Sedan Diturunkan</title><description>
Menurutnya, Indonesia harus mulai memproduksi mobil jenis sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV).
&amp;nbsp;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan"/><item><title>Indonesia Bisa Ekspor Mobil Kalau Pajak Mobil Sedan Diturunkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2015 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan-fWPNQfqJTU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/06/320/1226982/indonesia-bisa-ekspor-mobil-kalau-pajak-mobil-sedan-diturunkan-fWPNQfqJTU.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Sektor automotif Indonesia dinilai masih mengalami kendala untuk mendorong ekspor. Pasalnya, pabrik automotif di Indonesia tidak banyak memproduksi mobil yang diminati masyarakat luar negeri.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yongki Sugiarto mengatakan, pasar dalam negeri lebih banyak memproduksi mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV).

Menurutnya, Indonesia harus mulai memproduksi mobil jenis sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV).

&quot;Orang Indonesia juga suka sedan dan SUV, tapi karena pajaknya 30 persen maka harganya tinggi, kalau MPV pajaknya hanya 10 persen makanya laku,&quot; kata dia di iBCM, Selasa (6/10/2015).

Salah satu cara untuk meningkatkan permintaan pasar dalam negeri terhadap mobil sedan dan SUV adalah dengan menurunkan pajaknya menjadi 10 persen. Yongki bilang, setara dengan pajak MPV.

Dengan begitu, lanjutnya, permintaan sedan dan SUV akan meningkat dan produk tersebut bisa dibuat di Indonesia.

&quot;Harganya (sedan dan SUV) diturunkan, pajak kami yang 30 persen diturunkan jadi 10 persen, buktinya MPV laku keras,&quot; katanya.

Pihaknya mengaku pernah mengutarakan analisa ini ke Kementerian Perindustrian. Tujuannya adalah agar Indonesia bisa memenuhi permintaan mobil sedan dan SUV di luar negeri.

&quot;Lebih bagus diturunkan 10 persen, yang beli lebih banyak, pemerintah juga dapat uangnya banyak,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor automotif Indonesia dinilai masih mengalami kendala untuk mendorong ekspor. Pasalnya, pabrik automotif di Indonesia tidak banyak memproduksi mobil yang diminati masyarakat luar negeri.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yongki Sugiarto mengatakan, pasar dalam negeri lebih banyak memproduksi mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV).

Menurutnya, Indonesia harus mulai memproduksi mobil jenis sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV).

&quot;Orang Indonesia juga suka sedan dan SUV, tapi karena pajaknya 30 persen maka harganya tinggi, kalau MPV pajaknya hanya 10 persen makanya laku,&quot; kata dia di iBCM, Selasa (6/10/2015).

Salah satu cara untuk meningkatkan permintaan pasar dalam negeri terhadap mobil sedan dan SUV adalah dengan menurunkan pajaknya menjadi 10 persen. Yongki bilang, setara dengan pajak MPV.

Dengan begitu, lanjutnya, permintaan sedan dan SUV akan meningkat dan produk tersebut bisa dibuat di Indonesia.

&quot;Harganya (sedan dan SUV) diturunkan, pajak kami yang 30 persen diturunkan jadi 10 persen, buktinya MPV laku keras,&quot; katanya.

Pihaknya mengaku pernah mengutarakan analisa ini ke Kementerian Perindustrian. Tujuannya adalah agar Indonesia bisa memenuhi permintaan mobil sedan dan SUV di luar negeri.

&quot;Lebih bagus diturunkan 10 persen, yang beli lebih banyak, pemerintah juga dapat uangnya banyak,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
