<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN dan Pertamina Wajib Gunakan CPO</title><description>Pertamina dan PLN akan diwajibkan untuk memnggunakan dan memanfaatkan crude palm oil (CPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo"/><item><title>PLN dan Pertamina Wajib Gunakan CPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2015 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo-6WPsWSdoaM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi CPO. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/09/320/1229198/pln-dan-pertamina-wajib-gunakan-cpo-6WPsWSdoaM.jpg</image><title>Ilustrasi CPO. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM (Dirjen EBTKE) mewajibkan Pertamina dan PLN untuk memnggunakan dan memanfaatkan crude palm oil (CPO).

&quot;Dengan begitu berkontribusi pada penguatan Rupiah, kemudian kita juga menghemat devisa yang dipakai solar. Impact lainnya para petani sawit bergairah lagi,&quot;ujar Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana, di Kantor Dirjen EBTKE, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Menurutnya, semakin lemahnya harga CPO membuat petani sawait menjadi kesulitan. Untuk itu Dirjen EBTKE melakukan mandotory kepada Pertamina dan PLN untuk mengunakan CPO yang telah dihasilkan. &quot;Untuk komit Pertamina dan PLN juga sepakat,&quot; tuturnya.

Komit tersebut akan dilakukan PLN, dimana untuk semua PLTD pembangkit akan menggunakan campuran biodisel. &quot;PLN menyanggupi itu. Kemudian Menteri BUMN juga memerintahkan untuk mencapmpur biodiesl pada pembangkit PLTD yang dicampur oleh Pertamina,&quot; jelasnya.

Dengan demikian, diharapkan selisih harga PLN yang menggunakan solar untuk pembangkit PLTD dapat dialokasikan untuk badan pengelola sawit. &quot;Tadinya Public Service Obligation (PSO) yang disubsidi sekarang pembangkit PLN selsisih harganya akan ditabung banda pengelola sawit,&quot;ujarnya.

Sekadar informasi, perbedaan harga antara biodiesel B100 dan Solar murni 100 persen (mops), untuk saat ini harganya lebih mahal biodiesel dibandingkan solar. &quot;Jadi ada percampuran keduanya (biodisel dan solar) untuk peroleh harga yang nantinya disanggupi PLN,&quot; kata dia.

Menurutnya, antara biodiesel (B100) dan  solar (B0) yang dicampiur 20 persen atau 15 persen. Dari hasil ini diputusakan PLN sudah menyanggupi gunakan B25. &quot;Dengan harga persisi kalau beli b0. selisih ditanggung badan pengelola sawit,&quot; tukas Rida
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM (Dirjen EBTKE) mewajibkan Pertamina dan PLN untuk memnggunakan dan memanfaatkan crude palm oil (CPO).

&quot;Dengan begitu berkontribusi pada penguatan Rupiah, kemudian kita juga menghemat devisa yang dipakai solar. Impact lainnya para petani sawit bergairah lagi,&quot;ujar Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana, di Kantor Dirjen EBTKE, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Menurutnya, semakin lemahnya harga CPO membuat petani sawait menjadi kesulitan. Untuk itu Dirjen EBTKE melakukan mandotory kepada Pertamina dan PLN untuk mengunakan CPO yang telah dihasilkan. &quot;Untuk komit Pertamina dan PLN juga sepakat,&quot; tuturnya.

Komit tersebut akan dilakukan PLN, dimana untuk semua PLTD pembangkit akan menggunakan campuran biodisel. &quot;PLN menyanggupi itu. Kemudian Menteri BUMN juga memerintahkan untuk mencapmpur biodiesl pada pembangkit PLTD yang dicampur oleh Pertamina,&quot; jelasnya.

Dengan demikian, diharapkan selisih harga PLN yang menggunakan solar untuk pembangkit PLTD dapat dialokasikan untuk badan pengelola sawit. &quot;Tadinya Public Service Obligation (PSO) yang disubsidi sekarang pembangkit PLN selsisih harganya akan ditabung banda pengelola sawit,&quot;ujarnya.

Sekadar informasi, perbedaan harga antara biodiesel B100 dan Solar murni 100 persen (mops), untuk saat ini harganya lebih mahal biodiesel dibandingkan solar. &quot;Jadi ada percampuran keduanya (biodisel dan solar) untuk peroleh harga yang nantinya disanggupi PLN,&quot; kata dia.

Menurutnya, antara biodiesel (B100) dan  solar (B0) yang dicampiur 20 persen atau 15 persen. Dari hasil ini diputusakan PLN sudah menyanggupi gunakan B25. &quot;Dengan harga persisi kalau beli b0. selisih ditanggung badan pengelola sawit,&quot; tukas Rida
</content:encoded></item></channel></rss>
