<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Prediksi Ekonomi RI 4,9% di Akhir Tahun</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4,9 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun"/><item><title>Jokowi Prediksi Ekonomi RI 4,9% di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2015 20:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun-pgJ7NuWNb0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/21/20/1235845/jokowi-prediksi-ekonomi-ri-4-9-di-akhir-tahun-pgJ7NuWNb0.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4,9 persen. Walaupun jauh dari target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-Perubahan 2015 sebesar 5,7 persen, namun Jokowi mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia merangkak naik.

Asumsi pertumbuhan ekonomi 4,9 persen di akhir tahun dengan catatan penyerapan APBN mencapai 94 persen.

&quot;Serapan kita bisa 94 persen, kalau bisa pertumbuhan ekonomi saya kira bisa berapa 4,9 persen artinya sudah mulai dasar mulai merangkak naik,&quot; tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Terlebih lagi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 diprediksi mencapai 4,85 persen atau lebih tinggi dari kuartal I dan II-2015. Jokowi pun meminta agar pemerintah daerah mengubah paradigma lama dan pada akhirnya membuat serapan anggaran menjadi kecil.

&quot;Lagu lama itu tolong kita segera diubah diganti. Kita sekarang kementerian ini November sudah banyak yang lelang dan Januari awal uang muka bisa dikeluarkan. Daerah juga sama jangan sampai terjadi sekarang pertumbuhan ekonomi 4,9 persen jangan sampai pakai lagu lama,&quot; papar Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, capaian pertumbuhan ekonomi akan terjadi jika ada uang dan pekerjaan yang beredar di lapangan. Sementara, jika pemerintah daerah tidak segera merealisasikan penyerapan anggaran tersebut maka tidak akan ada uang yang beredar dan lapangan pekerjaan yang terbuka.

&quot;Pertumbuhan ekonomi ini terjadi kalau sudah ada uang, ada pekerjaan di lapangan. Perubahan total. Lagu lama sampai kapan pun enggak akan berubah kalau lagunya enggak diubah,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4,9 persen. Walaupun jauh dari target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-Perubahan 2015 sebesar 5,7 persen, namun Jokowi mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia merangkak naik.

Asumsi pertumbuhan ekonomi 4,9 persen di akhir tahun dengan catatan penyerapan APBN mencapai 94 persen.

&quot;Serapan kita bisa 94 persen, kalau bisa pertumbuhan ekonomi saya kira bisa berapa 4,9 persen artinya sudah mulai dasar mulai merangkak naik,&quot; tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Terlebih lagi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 diprediksi mencapai 4,85 persen atau lebih tinggi dari kuartal I dan II-2015. Jokowi pun meminta agar pemerintah daerah mengubah paradigma lama dan pada akhirnya membuat serapan anggaran menjadi kecil.

&quot;Lagu lama itu tolong kita segera diubah diganti. Kita sekarang kementerian ini November sudah banyak yang lelang dan Januari awal uang muka bisa dikeluarkan. Daerah juga sama jangan sampai terjadi sekarang pertumbuhan ekonomi 4,9 persen jangan sampai pakai lagu lama,&quot; papar Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, capaian pertumbuhan ekonomi akan terjadi jika ada uang dan pekerjaan yang beredar di lapangan. Sementara, jika pemerintah daerah tidak segera merealisasikan penyerapan anggaran tersebut maka tidak akan ada uang yang beredar dan lapangan pekerjaan yang terbuka.

&quot;Pertumbuhan ekonomi ini terjadi kalau sudah ada uang, ada pekerjaan di lapangan. Perubahan total. Lagu lama sampai kapan pun enggak akan berubah kalau lagunya enggak diubah,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
