<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi dan Obama Bakal Bahas Kerjasama Ekonomi</title><description>Keduanya akan membahas kerja sama kedua negara di ruang Oval, Gedung  Putih, Washington DC Senin pagi waktu setempat atau malam ini WIB.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi"/><item><title>Jokowi dan Obama Bakal Bahas Kerjasama Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2015 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi-f02RJLBXpa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Barrack Obama (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/26/20/1238093/jokowi-dan-obama-bakal-bahas-kerjasama-ekonomi-f02RJLBXpa.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Barrack Obama (Foto: AP)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Dalam lawatan kenegaraan ke negara Paman Sam, Amerika Serikat (AS) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan bertemu dengan Presiden Barack Obama untuk membahas beberapa hal kerja sama dalam bidang ekonomi. 

Keduanya akan membahas kerja sama kedua negara di ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC Senin pagi waktu setempat atau malam ini WIB.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan ada empat hal yang akan dibahas keduanya. Hal pertama adalah mengenai Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia.

&amp;ldquo;Tapi pada saat yang sama Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran, pluralis, dan sebagainya yang tidak dimiliki negara lain,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya di Blair House, Washington DC, Minggu (25/10/2015) malam waktu setempat, dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Kedua, lanjut dia,  soal ekonomi yang menekankan ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka yang siap meningkatkan bekerja sama ekonomi dengan AS dan dunia.

&amp;ldquo;Dengan ekonomi yang terbuka, menjadikan Indonesia lebih mudah bekerja sama dengan ekonomi negara manapun apalagi didukung dengan paket kebijakan yang akan sangat membantu Indonesia menyampaikan kepada dunia bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka,&amp;rdquo; tutur dia.

Ketiga, masih kata Retno, adalah posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai USD12 miliar AS pada 2014. &amp;ldquo;Angka itu sangat berarti (kenaikannya) dibandingkan dengan pada 2013 yang sebesar delapan miliar dolar AS,&amp;rdquo; lanjutnya.

Hal terakhir, Presiden Jokowi dan Presiden Obama juga akan membahas mengenai isu climate change (perubahan iklim)  mengingat kedua negara merupakan pemimpin negara besar.

&amp;ldquo;Goal-nya karena Indonesia adalah negara besar maka kita berharap bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia,&amp;rdquo; tandas Retno.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Dalam lawatan kenegaraan ke negara Paman Sam, Amerika Serikat (AS) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan bertemu dengan Presiden Barack Obama untuk membahas beberapa hal kerja sama dalam bidang ekonomi. 

Keduanya akan membahas kerja sama kedua negara di ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC Senin pagi waktu setempat atau malam ini WIB.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan ada empat hal yang akan dibahas keduanya. Hal pertama adalah mengenai Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia.

&amp;ldquo;Tapi pada saat yang sama Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran, pluralis, dan sebagainya yang tidak dimiliki negara lain,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya di Blair House, Washington DC, Minggu (25/10/2015) malam waktu setempat, dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Kedua, lanjut dia,  soal ekonomi yang menekankan ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka yang siap meningkatkan bekerja sama ekonomi dengan AS dan dunia.

&amp;ldquo;Dengan ekonomi yang terbuka, menjadikan Indonesia lebih mudah bekerja sama dengan ekonomi negara manapun apalagi didukung dengan paket kebijakan yang akan sangat membantu Indonesia menyampaikan kepada dunia bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka,&amp;rdquo; tutur dia.

Ketiga, masih kata Retno, adalah posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai USD12 miliar AS pada 2014. &amp;ldquo;Angka itu sangat berarti (kenaikannya) dibandingkan dengan pada 2013 yang sebesar delapan miliar dolar AS,&amp;rdquo; lanjutnya.

Hal terakhir, Presiden Jokowi dan Presiden Obama juga akan membahas mengenai isu climate change (perubahan iklim)  mengingat kedua negara merupakan pemimpin negara besar.

&amp;ldquo;Goal-nya karena Indonesia adalah negara besar maka kita berharap bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia,&amp;rdquo; tandas Retno.
</content:encoded></item></channel></rss>
