<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Berkicau Empat Alasan Tolak TPP</title><description>Menurut dia, ketika itu Indonesia belum siap bergabung TPP lantaran  dirinya tengah menyiapkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi MEA.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp"/><item><title>SBY Berkicau Empat Alasan Tolak TPP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2015 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp-2HZmnbCRKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/30/320/1241028/sby-berkicau-empat-alasan-tolak-tpp-2HZmnbCRKE.jpg</image><title>Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan mengapa dirinya menolak bergabung Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) di bawah kepemimpinannya.

Menurutnya, ketika itu Indonesia dinilainya belum tepat bergabung Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) lantaran masih ada beberapa faktor yang membuat Indonesia belum siap dan mampu memberikan keuntungan bagi bangsa.

Menurut dia, ketika itu Indonesia belum siap bergabung TPP lantaran dirinya tengah menyiapkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

&quot;Alasan saya dulu mengapa Indonesia belum tepat bergabung ke TPP: (1) Kita sedang tingkatkan kesiapan utk Masyarakat Ekonomi ASEAN.  *SBY*&quot; demikian seperti dikutip dari kicauan akun Twitter-nya @SBYudhoyono, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Alasan kedua, lanjut kicauannya, bila Indonesia belum siap dan merugi dalam China-ASEAN Free Trade Agreement (Perjanjian Perdagangan Bebas), maka akan membuat rakyat khawatir.

&quot;(2) Kita juga hrs &quot;untung&quot; dlm China-ASEAN Free Trade Agreement. Rakyat khawatir kalau kita tak siap &amp;amp; merugi dlm 2 kerjasama ini. *SBY*&quot; lanjut kicauannya.

Lebih jauh dia memaparkan, pemerintah Indonesia ketika itu juga tengah mengikuti negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan kerjasama ekonomi ASEAN bersama China, Jepang dan Korea.

&quot;(3) Kita sedang ikut negosiasi RCEP ~ kerjasama ekonomi ASEAN + Tiongkok, Jepang &amp;amp; Korea. Jangan sampai kita juga tak siap. *SBY*&quot; papar dia.

Masih menurut kicauan SBY, bila dibandingkan dengan ekonomi di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Vietnam, Indonesia tidak berorientasi ekspor kendati pasar domestik yang dimiliki Indonesia sangat besar. Oleh sebab itu lah dia menolak bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP).

&quot;(4) Ekonomi Singapura, Malaysia, Brunei &amp;amp; Vietnam (yg masuk TPP), &quot;berorientasi ekspor&quot;. Indonesia tidak. Pasar domestik kita besar. *SBY*&quot;  tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan mengapa dirinya menolak bergabung Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) di bawah kepemimpinannya.

Menurutnya, ketika itu Indonesia dinilainya belum tepat bergabung Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) lantaran masih ada beberapa faktor yang membuat Indonesia belum siap dan mampu memberikan keuntungan bagi bangsa.

Menurut dia, ketika itu Indonesia belum siap bergabung TPP lantaran dirinya tengah menyiapkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

&quot;Alasan saya dulu mengapa Indonesia belum tepat bergabung ke TPP: (1) Kita sedang tingkatkan kesiapan utk Masyarakat Ekonomi ASEAN.  *SBY*&quot; demikian seperti dikutip dari kicauan akun Twitter-nya @SBYudhoyono, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Alasan kedua, lanjut kicauannya, bila Indonesia belum siap dan merugi dalam China-ASEAN Free Trade Agreement (Perjanjian Perdagangan Bebas), maka akan membuat rakyat khawatir.

&quot;(2) Kita juga hrs &quot;untung&quot; dlm China-ASEAN Free Trade Agreement. Rakyat khawatir kalau kita tak siap &amp;amp; merugi dlm 2 kerjasama ini. *SBY*&quot; lanjut kicauannya.

Lebih jauh dia memaparkan, pemerintah Indonesia ketika itu juga tengah mengikuti negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan kerjasama ekonomi ASEAN bersama China, Jepang dan Korea.

&quot;(3) Kita sedang ikut negosiasi RCEP ~ kerjasama ekonomi ASEAN + Tiongkok, Jepang &amp;amp; Korea. Jangan sampai kita juga tak siap. *SBY*&quot; papar dia.

Masih menurut kicauan SBY, bila dibandingkan dengan ekonomi di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Vietnam, Indonesia tidak berorientasi ekspor kendati pasar domestik yang dimiliki Indonesia sangat besar. Oleh sebab itu lah dia menolak bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP).

&quot;(4) Ekonomi Singapura, Malaysia, Brunei &amp;amp; Vietnam (yg masuk TPP), &quot;berorientasi ekspor&quot;. Indonesia tidak. Pasar domestik kita besar. *SBY*&quot;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
