<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajukan PMN Terlalu Besar, Jokowi Harus Evaluasi Rini Soemarno</title><description>Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN 2016 sebesar Rp40 triliun di tolak dalam sidang Paripurna DPR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-soemarno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-soemarno"/><item><title>Ajukan PMN Terlalu Besar, Jokowi Harus Evaluasi Rini Soemarno</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-soemarno</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-soemarno</guid><pubDate>Sabtu 31 Oktober 2015 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-somarno-1k8x0qxtFn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/31/20/1241335/ajukan-pmn-terlalu-besar-jokowi-harus-evaluasi-rini-somarno-1k8x0qxtFn.jpg</image><title>Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN 2016 sebesar Rp40 triliun di tolak dalam sidang Paripurna DPR. Hal tersebut, lantaran PMN yang diajukan dianggap terlalu besar.
Anggota Komisi XI DPR RI F-PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno meminta Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurutnya Rini layak dicopot dari jabatannya sebagai menteri, lantaran meminta anggaran yang tidak pantas.
&amp;#8234;&quot;Pikir dong pakai teori ekonomi, bangun sinergitas. Kalau seperti ini enggak benar. Sebelum penyakit berulang lagi, baiknya di-stop,&quot; kata dia dalam diskusi Polemik yang digelar oleh Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
Menurutnya, pengajuan PMN kepada BUMN patut dipertanyakan. Pasalnya, selain dicurigai hanya untuk menutupi kerugian BUMN, pengajuan PMN yang dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dianggap asal-asalan.
&amp;#8234;&quot;Laporannya cuma lima lembar. Kalau dibandingkan sama laporan kami di Dapil, lebih bagus kami. Pengelolaan kayak bukan milik negara tapi badan usaha milik nenek moyang,&quot; cetus Hendra dalam
Hendra memandang, nilai PMN yang akan digelontorkan sekitar Rp40 triliun merupakan angka yang terlalu besar. Nilai tersebut juga dipandang memberatkan APBN sehingga menambah beban negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN 2016 sebesar Rp40 triliun di tolak dalam sidang Paripurna DPR. Hal tersebut, lantaran PMN yang diajukan dianggap terlalu besar.
Anggota Komisi XI DPR RI F-PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno meminta Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurutnya Rini layak dicopot dari jabatannya sebagai menteri, lantaran meminta anggaran yang tidak pantas.
&amp;#8234;&quot;Pikir dong pakai teori ekonomi, bangun sinergitas. Kalau seperti ini enggak benar. Sebelum penyakit berulang lagi, baiknya di-stop,&quot; kata dia dalam diskusi Polemik yang digelar oleh Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
Menurutnya, pengajuan PMN kepada BUMN patut dipertanyakan. Pasalnya, selain dicurigai hanya untuk menutupi kerugian BUMN, pengajuan PMN yang dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dianggap asal-asalan.
&amp;#8234;&quot;Laporannya cuma lima lembar. Kalau dibandingkan sama laporan kami di Dapil, lebih bagus kami. Pengelolaan kayak bukan milik negara tapi badan usaha milik nenek moyang,&quot; cetus Hendra dalam
Hendra memandang, nilai PMN yang akan digelontorkan sekitar Rp40 triliun merupakan angka yang terlalu besar. Nilai tersebut juga dipandang memberatkan APBN sehingga menambah beban negara.</content:encoded></item></channel></rss>
