<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Apartemen Tumbuh Signifikan hingga 22,1%</title><description>Lembaga Konsultan Properti Coldwell Banker menilai sektor properti yang bertumbuh dalam 5 tahun terakhir ialah sektor apartemen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1"/><item><title>Sektor Apartemen Tumbuh Signifikan hingga 22,1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1</guid><pubDate>Selasa 03 November 2015 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1-22Rz5Q0F1q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/03/470/1242758/sektor-apartemen-tumbuh-signifikan-hingga-22-1-22Rz5Q0F1q.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Lembaga Konsultan Properti Coldwell Banker menilai sektor properti yang bertumbuh dalam 5 tahun terakhir ialah sektor apartemen. Berdasarkan data Coldwell Banker pertumbuhan pasokan apartemen mencapai 22,1 persen di kota-kota yang properti sudah komersial atau established cities.
&quot;Sektor properti di 5 tahun ke belakang yang mencapai pertumbuhan signifikan adalah apartemen. Di kriteria established cities, apartemen tumbuh 22,1 persen, disusul perkantoran 3,8 persen,&quot; jelas Direktur Konsultan Coldwell Banker Tommy H Bastamy, di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Tommy menceritakan puncak pengembangan sektor apartemen strata title kembali terjadi di tahun 2012, permintaan mencapai 17,500 unit per tahun. Tingginya permintaan ini masih berlanjut hingga 2015, namun masih dikoreksi terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya mencapai puncak pertumbuhan, pada  2008 saat krisis  keuangan yang muncul pada 2008 pertumbuhan apartemen  sempat menurun 39 persen yang berlanjut hingga 2010.
&quot;Belajar dari krisis banyak pengembang yang lebih berhati-hati dalam mengembangkan apartemen, sehingga penundaan proyek terjadi di beberapa lokasi menunggu pasar kembali bergairah. Dan mulai kembali bergairah pada 2012 hingga saat ini,&quot; ujarnya.
Meski tengah dalam kondisi stabil saat ini, Tommy mengatakan adanya  kehati-hatian yang masih terlihat dalam berinvestasi terbukti dari tingginya penjualan developer yang memiliki reputasi yang baik, namun tidak berlaku bagi semua pengembangan.
&quot;Kehati-hatian ini dikarenakan pelemahan ekonomi membuat konsumen berhati-hati dalam melakukan investasi di sektor ini. Yang membuat developer juga pertimbangkan dalam berinvestasi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Lembaga Konsultan Properti Coldwell Banker menilai sektor properti yang bertumbuh dalam 5 tahun terakhir ialah sektor apartemen. Berdasarkan data Coldwell Banker pertumbuhan pasokan apartemen mencapai 22,1 persen di kota-kota yang properti sudah komersial atau established cities.
&quot;Sektor properti di 5 tahun ke belakang yang mencapai pertumbuhan signifikan adalah apartemen. Di kriteria established cities, apartemen tumbuh 22,1 persen, disusul perkantoran 3,8 persen,&quot; jelas Direktur Konsultan Coldwell Banker Tommy H Bastamy, di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Tommy menceritakan puncak pengembangan sektor apartemen strata title kembali terjadi di tahun 2012, permintaan mencapai 17,500 unit per tahun. Tingginya permintaan ini masih berlanjut hingga 2015, namun masih dikoreksi terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya mencapai puncak pertumbuhan, pada  2008 saat krisis  keuangan yang muncul pada 2008 pertumbuhan apartemen  sempat menurun 39 persen yang berlanjut hingga 2010.
&quot;Belajar dari krisis banyak pengembang yang lebih berhati-hati dalam mengembangkan apartemen, sehingga penundaan proyek terjadi di beberapa lokasi menunggu pasar kembali bergairah. Dan mulai kembali bergairah pada 2012 hingga saat ini,&quot; ujarnya.
Meski tengah dalam kondisi stabil saat ini, Tommy mengatakan adanya  kehati-hatian yang masih terlihat dalam berinvestasi terbukti dari tingginya penjualan developer yang memiliki reputasi yang baik, namun tidak berlaku bagi semua pengembangan.
&quot;Kehati-hatian ini dikarenakan pelemahan ekonomi membuat konsumen berhati-hati dalam melakukan investasi di sektor ini. Yang membuat developer juga pertimbangkan dalam berinvestasi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
