<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan</title><description>Sistem piramida dalam pendidikan di Indonesia telah berdampak pada mahalnya biaya pendidikan saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan"/><item><title>Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan</guid><pubDate>Rabu 11 November 2015 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan-6rmzUh6t9B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/11/320/1247363/penyebab-mahalnya-biaya-pendidikan-6rmzUh6t9B.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>

JAKARTA - Sistem piramida dalam pendidikan di Indonesia telah berdampak pada mahalnya biaya pendidikan saat ini. Sistem piramida tersebut memaksa masyarakat untuk memperebutkan sekolah terbaik.

&quot;Jumlah sekolah yang tidak sebanding dengan jumlah siswa menjadi penyebab orang berlomba-lomba untuk mendapatkan sekolah yang baik,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur MNC Life Patricia Rolla Bawata saat acara peresmian program asuransi Hario Pasti Pintar, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Menurutnya, permintaan calon siswa dibandingkan jumlah sekolah telah berdampak pada meningkatnya biaya pendidikan setiap tahun. Selain itu, menurut Patricia, hal ini juga menyebabkan banyaknya anak putus sekolah.

&quot;Dari total 100 persen siswa Sekolah Dasar, hanya 61 persen yang melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama,&amp;rdquo; ungkapnya.

Bahkan dari jumlah tersebut, lanjutnya, hanya 1,4 persen siswa yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Keadaan ini tentunya harus segera diatasi dengan memberikan jaminan pendidikan bagi setiap anak.

Dengan adanya jaminan pendidikan ini, Dirinya mengatakan, anak tidak akan mengalami putus sekolah karena tingginya biaya pendidikan. Hal ini juga dapat mengatasi masalah besarnya jumlah siswa yang tidak diterima di sekolah negeri karena keterbatasan kapasitas.</description><content:encoded>

JAKARTA - Sistem piramida dalam pendidikan di Indonesia telah berdampak pada mahalnya biaya pendidikan saat ini. Sistem piramida tersebut memaksa masyarakat untuk memperebutkan sekolah terbaik.

&quot;Jumlah sekolah yang tidak sebanding dengan jumlah siswa menjadi penyebab orang berlomba-lomba untuk mendapatkan sekolah yang baik,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur MNC Life Patricia Rolla Bawata saat acara peresmian program asuransi Hario Pasti Pintar, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Menurutnya, permintaan calon siswa dibandingkan jumlah sekolah telah berdampak pada meningkatnya biaya pendidikan setiap tahun. Selain itu, menurut Patricia, hal ini juga menyebabkan banyaknya anak putus sekolah.

&quot;Dari total 100 persen siswa Sekolah Dasar, hanya 61 persen yang melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama,&amp;rdquo; ungkapnya.

Bahkan dari jumlah tersebut, lanjutnya, hanya 1,4 persen siswa yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Keadaan ini tentunya harus segera diatasi dengan memberikan jaminan pendidikan bagi setiap anak.

Dengan adanya jaminan pendidikan ini, Dirinya mengatakan, anak tidak akan mengalami putus sekolah karena tingginya biaya pendidikan. Hal ini juga dapat mengatasi masalah besarnya jumlah siswa yang tidak diterima di sekolah negeri karena keterbatasan kapasitas.</content:encoded></item></channel></rss>
