<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Boediono Soal Sepeda &amp; Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan</title><description>Boediono mengungkapkan salah satu kunci mewujudkan keberhasilan ekonomi yakni ditentukan oleh sisi penyediaan (suplai).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan"/><item><title>Cerita Boediono Soal Sepeda &amp; Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan</guid><pubDate>Kamis 12 November 2015 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan-NIkyB7go4v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/12/20/1247989/cerita-boediono-soal-sepeda-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan-NIkyB7go4v.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>DEPOK - Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono mengungkapkan salah satu kunci mewujudkan keberhasilan ekonomi yakni ditentukan oleh sisi penyediaan (suplai). Jika suplai terpenuhi, menurutnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan akan berjalan.

&quot;Sebenarnya sisi suplai menentukan apabila lakukan kebijakan sistematik, suplier adalah kunci ekonomi berhasil. Saya saat ini agak ketinggalan karena selama satu tahun lebih di luar pemerintahan. Namun dua kata kunci suplai dan pertumbuhan berkelanjutan,&quot; ungkap Boediono di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) saat menjadi pembicara di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Depok, Kamis (12/11/2015).

Boediono memberikan ilustrasi. Setelah menggeluti ekonomi dalam praktik 30 tahun, ia menjelaskan ada satu pelajaran pada 40 tahun lalu kehidupannya di masa lampau.

&quot;Masih melekat di ikatan saya. Sebuah teori Tamsil dari bacaan wajib, analogikan pengelolaan ekonomi makro yakni dengan orang mengendarai sepeda. Saat berkendara dengan sepeda untuk bergerak maju secara berkesinambungan maka pengendara harus selalu jaga keseimbangannya. Tapi untuk seimbang, sepeda harus dikayuh untuk maju. Menurut saya Tamsil merekam esensi dari pengelolan ekonomi makro,&quot; paparnya.

Ia menambahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi tak bisa dilepas dari mengayuh laju pertumbuhan. Hal itu harus dilakukan bersamaan dan sinkron.

&quot;Hal itu melekat diingatan saya 40 tahun sudah. Dalam praktek tak mudah untuk ada di jalur sustanaible growth,&quot; tegasnya.

</description><content:encoded>DEPOK - Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono mengungkapkan salah satu kunci mewujudkan keberhasilan ekonomi yakni ditentukan oleh sisi penyediaan (suplai). Jika suplai terpenuhi, menurutnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan akan berjalan.

&quot;Sebenarnya sisi suplai menentukan apabila lakukan kebijakan sistematik, suplier adalah kunci ekonomi berhasil. Saya saat ini agak ketinggalan karena selama satu tahun lebih di luar pemerintahan. Namun dua kata kunci suplai dan pertumbuhan berkelanjutan,&quot; ungkap Boediono di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) saat menjadi pembicara di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Depok, Kamis (12/11/2015).

Boediono memberikan ilustrasi. Setelah menggeluti ekonomi dalam praktik 30 tahun, ia menjelaskan ada satu pelajaran pada 40 tahun lalu kehidupannya di masa lampau.

&quot;Masih melekat di ikatan saya. Sebuah teori Tamsil dari bacaan wajib, analogikan pengelolaan ekonomi makro yakni dengan orang mengendarai sepeda. Saat berkendara dengan sepeda untuk bergerak maju secara berkesinambungan maka pengendara harus selalu jaga keseimbangannya. Tapi untuk seimbang, sepeda harus dikayuh untuk maju. Menurut saya Tamsil merekam esensi dari pengelolan ekonomi makro,&quot; paparnya.

Ia menambahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi tak bisa dilepas dari mengayuh laju pertumbuhan. Hal itu harus dilakukan bersamaan dan sinkron.

&quot;Hal itu melekat diingatan saya 40 tahun sudah. Dalam praktek tak mudah untuk ada di jalur sustanaible growth,&quot; tegasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
