<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Ungkap Masih Banyak Bahan Baku Keluar Secara Ilegal</title><description>Pertumbuhan industri turun akibat masih banyak bahan-bahan  utama baku tersebut yang diperjual belikan ke luar negeri secara ilegal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal"/><item><title>Menperin Ungkap Masih Banyak Bahan Baku Keluar Secara Ilegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal</guid><pubDate>Senin 16 November 2015 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal-P2cK0BpbPW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perindustrian Saleh Husein. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/16/320/1250384/menperin-ungkap-masih-banyak-bahan-baku-keluar-secara-ilegal-P2cK0BpbPW.jpg</image><title>Menteri Perindustrian Saleh Husein. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan industri pengolahan non-migas seperti industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya menunjukkan tren menurun hingga mencapai minus 3,83 persen pada triwulan III-2015.
Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, hal ini berbanding terbalik bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mengalami surplus 7,14 persen. Menurunnya, pertumbuhan industri tersebut lantaran akibat masih banyak bahan-bahan utama baku tersebut yang diperjual belikan ke luar negeri secara ilegal.
&quot;Tapi memang masih banyak bahan-bahan baku kita yang keluar secara ilegal masih cukup banyak. Seperti rotan, contohnya di Cirebon itu kesulitan untuk dapatkan bahan baku,&quot; ucapnya kepada Okezone saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (16/11/2015).
Selain itu, dia melanjutkan, penurunan tersebut juga diakibatkan oleh faktor investasi di industri tersebut memang menurun. Akan tetapi, dia meyakini sebenarnya industri tersebut masih akan tetap tumbuh ke depannya.
&quot;Mungkin faktor investasi di bidang itu memang turun tapi tetap tumbuh,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan industri pengolahan non-migas seperti industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya menunjukkan tren menurun hingga mencapai minus 3,83 persen pada triwulan III-2015.
Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, hal ini berbanding terbalik bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mengalami surplus 7,14 persen. Menurunnya, pertumbuhan industri tersebut lantaran akibat masih banyak bahan-bahan utama baku tersebut yang diperjual belikan ke luar negeri secara ilegal.
&quot;Tapi memang masih banyak bahan-bahan baku kita yang keluar secara ilegal masih cukup banyak. Seperti rotan, contohnya di Cirebon itu kesulitan untuk dapatkan bahan baku,&quot; ucapnya kepada Okezone saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (16/11/2015).
Selain itu, dia melanjutkan, penurunan tersebut juga diakibatkan oleh faktor investasi di industri tersebut memang menurun. Akan tetapi, dia meyakini sebenarnya industri tersebut masih akan tetap tumbuh ke depannya.
&quot;Mungkin faktor investasi di bidang itu memang turun tapi tetap tumbuh,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
