<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana USD20 Miliar dari China Hasil Kombinasi Pemerintah-BI</title><description>Dana tersebut digunakan untuk penguatan cadangan devisa dan bersifat stand by. Dana tersebut baru akan digunakan jika BI memerlukan untuk penguatan Rupiah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi"/><item><title>Dana USD20 Miliar dari China Hasil Kombinasi Pemerintah-BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi</guid><pubDate>Selasa 17 November 2015 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi-l0wxaG9l2G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/17/20/1251050/dana-usd20-miliar-dari-china-hasil-kombinasi-pemerintah-bi-l0wxaG9l2G.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, tawaran dari China terkait kenaikan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari sebelumnya USD15 miliar menjadi USD20 miliar adalah bentuk kombinasi antara pemerintah dan BI.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk penguatan cadangan devisa dan bersifat stand by dan dana tersebut baru akan digunakan jika Bank Indonesia (BI) memerlukan untuk penguatan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.

&quot;BCSA Ini adalah bentuk dan kombinasi oleh pemerintah dengan BI. Di dalam forum internasional juga disentuh dan dibicarakan oleh leaders, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Presiden China. Kita ikuti China naikin BCSA,&quot; ucap Agus di kantornya, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ditempat yang sama, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, dalam prosesnya, BI akan berkomunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.

&quot;BI apresiasi dari USD15 menjadi USD20 miliar yang ditujukan likuiditi support. Ini bagian kami koordinasi, line of defend sektor eksternal kita. Ini merupakan bagian penguatan,&quot; papar Perry.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia sudah menerima tawaran dari China terkait kenaikan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari sebelumnya USD15 miliar menjadi USD20 miliar. Penerimaan tawaran ini salah satu kesepakatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Antalya, Turki.

&quot;Betul, bahwa China sudah menawarkan dan kita sudah menerima kenaikan bilateral currency swap arrangement dari tadinya USD15 miliar menjadi USD20 miliar,&quot; ucap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Bambang menjelaskan, tambahan demand tersebut bisa digunakan seluruhnya untuk dukungan likuiditas.

&quot;Hasil pertemuan Presiden kita dengan Presiden Xi Jinping adalah komitmen China meningkatkan investasi di sektor riil dan kemungkinan investasi di portofolio,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, tawaran dari China terkait kenaikan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari sebelumnya USD15 miliar menjadi USD20 miliar adalah bentuk kombinasi antara pemerintah dan BI.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk penguatan cadangan devisa dan bersifat stand by dan dana tersebut baru akan digunakan jika Bank Indonesia (BI) memerlukan untuk penguatan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.

&quot;BCSA Ini adalah bentuk dan kombinasi oleh pemerintah dengan BI. Di dalam forum internasional juga disentuh dan dibicarakan oleh leaders, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Presiden China. Kita ikuti China naikin BCSA,&quot; ucap Agus di kantornya, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ditempat yang sama, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, dalam prosesnya, BI akan berkomunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.

&quot;BI apresiasi dari USD15 menjadi USD20 miliar yang ditujukan likuiditi support. Ini bagian kami koordinasi, line of defend sektor eksternal kita. Ini merupakan bagian penguatan,&quot; papar Perry.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia sudah menerima tawaran dari China terkait kenaikan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari sebelumnya USD15 miliar menjadi USD20 miliar. Penerimaan tawaran ini salah satu kesepakatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Antalya, Turki.

&quot;Betul, bahwa China sudah menawarkan dan kita sudah menerima kenaikan bilateral currency swap arrangement dari tadinya USD15 miliar menjadi USD20 miliar,&quot; ucap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Bambang menjelaskan, tambahan demand tersebut bisa digunakan seluruhnya untuk dukungan likuiditas.

&quot;Hasil pertemuan Presiden kita dengan Presiden Xi Jinping adalah komitmen China meningkatkan investasi di sektor riil dan kemungkinan investasi di portofolio,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
