<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih dari 90% Program Desa Mandiri Energi Gagal</title><description>Hal ini disebabkan belum adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perumusan dan pelaksanaan program.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal"/><item><title>Lebih dari 90% Program Desa Mandiri Energi Gagal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal</guid><pubDate>Minggu 29 November 2015 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal-3PLTn7j1HN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/29/320/1257833/lebih-dari-90-program-desa-mandiri-energi-gagal-3PLTn7j1HN.jpg</image><title>Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Program Desa Mandiri Energi yang dicanangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ternyata tidak berjalan baik di lapangan. Hal ini disebabkan belum adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perumusan dan pelaksanaan program.

Anggota Dewan Energi Nasional, Rinaldy Dalimy, mengatakan lebih dari 90 persen program Desa Mandiri Energi gagal. Pasalnya, ketika program tersebut akan dilaksanakan di daerah, pemerintah daerah belum siap untuk melaksanakan. Bahkan, beberapa program tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah setempat.

&quot;Nah sekarang ada program Desa Mandiri Energi, itu dibangun oleh Direktorat Jenderal itu. Lalu setelah selesai baru diserahkan kepada daerah. Ini permasalahannya,&quot; ujar Rinaldy pada pewarta di Gedung Dewan Pers Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Untuk itu, Rinaldy menghimbau agar pemerintah pusat dapat memberikan program tersebut sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Sehingga pemerintah daerah dapat lebih leluasa mengembangkan program sesuai kebutuhan dan keadaan alam daerah setempat.

&quot;Serahkanlah itu pada daerah, jangan direktorat jenderal ini ikut membangun. Mereka kan sebagai pengawas, bukan sebagai pelaksana. Bagaimana bisa dia jadi wasit dia juga jadi pemain,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Program Desa Mandiri Energi yang dicanangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ternyata tidak berjalan baik di lapangan. Hal ini disebabkan belum adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perumusan dan pelaksanaan program.

Anggota Dewan Energi Nasional, Rinaldy Dalimy, mengatakan lebih dari 90 persen program Desa Mandiri Energi gagal. Pasalnya, ketika program tersebut akan dilaksanakan di daerah, pemerintah daerah belum siap untuk melaksanakan. Bahkan, beberapa program tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah setempat.

&quot;Nah sekarang ada program Desa Mandiri Energi, itu dibangun oleh Direktorat Jenderal itu. Lalu setelah selesai baru diserahkan kepada daerah. Ini permasalahannya,&quot; ujar Rinaldy pada pewarta di Gedung Dewan Pers Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Untuk itu, Rinaldy menghimbau agar pemerintah pusat dapat memberikan program tersebut sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Sehingga pemerintah daerah dapat lebih leluasa mengembangkan program sesuai kebutuhan dan keadaan alam daerah setempat.

&quot;Serahkanlah itu pada daerah, jangan direktorat jenderal ini ikut membangun. Mereka kan sebagai pengawas, bukan sebagai pelaksana. Bagaimana bisa dia jadi wasit dia juga jadi pemain,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
