<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Turun, Pendapatan Wintermar Tergerus 40 %</title><description>Menurut Direktur Utama Wintermar Sugiman Layanto, perseroan telah  mengalami penurunan pendapatan sebesar 40 persen dibandingkan periode  yang sama tahun lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40"/><item><title>Harga Minyak Turun, Pendapatan Wintermar Tergerus 40 %</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40</guid><pubDate>Selasa 01 Desember 2015 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40-6eRjNSWI8U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/01/278/1258709/harga-minyak-turun-pendapatan-wintermar-tergerus-40-6eRjNSWI8U.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Penurunan harga minyak dunia tahun ini tidak hanya mempengaruhi perusahaan pengeboran minyak, namun pendukung pengeboran minyak pun terkena imbas yang cukup besar.
Pasalnya, penurunan kapasitas produksi juga mempengaruhi aktivitas perusahaan pendukung pengeboran minyak.
Salah satu perusahaan yang terkena imbasnya adalah PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Perseroan merupakan salah satu perusahaan penyedia kapal eksplorasi minyak di Indonesia yang terkena dampak signifikan dari penurunan harga minyak.
Menurut Direktur Utama Wintermar Sugiman Layanto, WINS telah mengalami penurunan pendapatan sebesar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
&quot;Pendapatannya kita turun cukup drastis ya. Kalau kita lihat dari September tahun ini ke September tahun sebelumnya hampir 40 persen lebih,&quot; tuturnya di Ggedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/12/2015).
Menurutnya, penurunan pendapatan ini disebabkan oleh banyaknya perusahaan minyak yang menghentikan kegiatan pengeboran. Sehingga banyak kapal-kapal yang tidak beroperasi sepanjang tahun 2015.
Namun, Sugiman mengungkapkan untuk tahun 2016 perusahaan akan dapat tumbuh untuk menutupi kekurangan pendapatan sepanjang tahun 2015. Sehingga, 2017 ditargetkan pertumbuhan pendapatan perusahaan akan kembali normal seperti tahun 2014.</description><content:encoded>JAKARTA - Penurunan harga minyak dunia tahun ini tidak hanya mempengaruhi perusahaan pengeboran minyak, namun pendukung pengeboran minyak pun terkena imbas yang cukup besar.
Pasalnya, penurunan kapasitas produksi juga mempengaruhi aktivitas perusahaan pendukung pengeboran minyak.
Salah satu perusahaan yang terkena imbasnya adalah PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Perseroan merupakan salah satu perusahaan penyedia kapal eksplorasi minyak di Indonesia yang terkena dampak signifikan dari penurunan harga minyak.
Menurut Direktur Utama Wintermar Sugiman Layanto, WINS telah mengalami penurunan pendapatan sebesar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
&quot;Pendapatannya kita turun cukup drastis ya. Kalau kita lihat dari September tahun ini ke September tahun sebelumnya hampir 40 persen lebih,&quot; tuturnya di Ggedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/12/2015).
Menurutnya, penurunan pendapatan ini disebabkan oleh banyaknya perusahaan minyak yang menghentikan kegiatan pengeboran. Sehingga banyak kapal-kapal yang tidak beroperasi sepanjang tahun 2015.
Namun, Sugiman mengungkapkan untuk tahun 2016 perusahaan akan dapat tumbuh untuk menutupi kekurangan pendapatan sepanjang tahun 2015. Sehingga, 2017 ditargetkan pertumbuhan pendapatan perusahaan akan kembali normal seperti tahun 2014.</content:encoded></item></channel></rss>
