<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Lembong Bujuk Pengusaha Gunakan Yuan China</title><description>IMF dijadwalkan mengumumkan mata uang  China, yuan, menjadi bagian dari gabungan mata uang cadangan kelompok  pendanaan tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china"/><item><title>Mendag Lembong Bujuk Pengusaha Gunakan Yuan China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2015 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china-yHNGr8VE5p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/07/20/1262402/mendag-lembong-bujuk-pengusaha-gunakan-yuan-china-yHNGr8VE5p.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) dijadwalkan mengumumkan mata uang China, yuan, menjadi bagian dari gabungan mata uang cadangan kelompok pendanaan tersebut.

Saat ini hanya dolar Amerika Serikat (AS), euro Eropa, yen Jepang dan poundsterling Inggris yang menjadi bagian dari kelompok ini. Permulaan bulan ini, Direktur IMF, Christine Lagarde, mendukung dimasukkannya yuan dalam kelompok ini.

Ternyata, masuknya yuan bisa menjadi sumber likuditas baru. Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, yuan bisa menjadi mata uang pilihan selain dolar AS. Terlebih dolar AS kini semakin mahal dan langka.

&quot;Jadi memberikan opsi, karena sekarang kan dolar AS semakin langka, dolar AS semakin mahal, jadi oke kalau umpamanya ada opsi lain, remimbi (yuan) yang lebih tersedia, lebih besar pasoknya, mungkin juga lebih murah, ya kenapa tidak,&quot; kata dia di depan pengusaha dalam acara Apindo CEO Gathering 2015 di Jakarta, Senin (7/12/2015).

Lembong berharap, di kemudian hari impor yang didatangkan dari China bisa menggunakan yuan, tidak lagi menggunakan dolar AS. Dengan begitu, permintaan dolar AS di dalam negeri akan sedikit berkurang.

Untuk mendukung hal tersebut, Lembong bilang harus menyediakan yuan yang memadai. Sehingga likuditas yuan banyak dan bisa menjadi pilihan bagi importir.

&quot;Kalau misalnya importir, apalagi importir yang mau impor dari China, punya pilihan, nggak harus tukar Rupiah ke dolar, enggak harus tukar Rupiah ke euro, tapi bisa tukar rupiah ke remimbi (yuan), jadi memberikan opsi,&quot; tambah dia.

Kendati begitu, Lembong mengaku penggunaan yuan sebagai mata uang dunia ini memerlukan sosialisasi. &quot;Butuh waktu karena itu memang hal yang baru,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) dijadwalkan mengumumkan mata uang China, yuan, menjadi bagian dari gabungan mata uang cadangan kelompok pendanaan tersebut.

Saat ini hanya dolar Amerika Serikat (AS), euro Eropa, yen Jepang dan poundsterling Inggris yang menjadi bagian dari kelompok ini. Permulaan bulan ini, Direktur IMF, Christine Lagarde, mendukung dimasukkannya yuan dalam kelompok ini.

Ternyata, masuknya yuan bisa menjadi sumber likuditas baru. Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, yuan bisa menjadi mata uang pilihan selain dolar AS. Terlebih dolar AS kini semakin mahal dan langka.

&quot;Jadi memberikan opsi, karena sekarang kan dolar AS semakin langka, dolar AS semakin mahal, jadi oke kalau umpamanya ada opsi lain, remimbi (yuan) yang lebih tersedia, lebih besar pasoknya, mungkin juga lebih murah, ya kenapa tidak,&quot; kata dia di depan pengusaha dalam acara Apindo CEO Gathering 2015 di Jakarta, Senin (7/12/2015).

Lembong berharap, di kemudian hari impor yang didatangkan dari China bisa menggunakan yuan, tidak lagi menggunakan dolar AS. Dengan begitu, permintaan dolar AS di dalam negeri akan sedikit berkurang.

Untuk mendukung hal tersebut, Lembong bilang harus menyediakan yuan yang memadai. Sehingga likuditas yuan banyak dan bisa menjadi pilihan bagi importir.

&quot;Kalau misalnya importir, apalagi importir yang mau impor dari China, punya pilihan, nggak harus tukar Rupiah ke dolar, enggak harus tukar Rupiah ke euro, tapi bisa tukar rupiah ke remimbi (yuan), jadi memberikan opsi,&quot; tambah dia.

Kendati begitu, Lembong mengaku penggunaan yuan sebagai mata uang dunia ini memerlukan sosialisasi. &quot;Butuh waktu karena itu memang hal yang baru,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
