<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLKI: Ojek Online Bukti Kegagalan Pemerintah!</title><description>Keberadaan ojek online seperti Go-Jek adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam menyediakan angkutan umum.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah"/><item><title>YLKI: Ojek Online Bukti Kegagalan Pemerintah!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2015 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah-dJoerAADud.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Situs Go-Jek)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/18/320/1270235/ylki-ojek-online-bukti-kegagalan-pemerintah-dJoerAADud.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Situs Go-Jek)</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai keberadaan ojek online seperti Go-Jek adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam menyediakan angkutan umum yang layak dan terjangkau.
&quot;Tumbuh suburnya sepeda motor dalam ojek online merupakan bentuk kegagalan pemerintah menyediakan transportasi yang baik bagi masyarakat,&quot; ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2015).
Menurutnya, Kemenhub tidak bisa serta merta melarang keberadaan ojek online jika belum mampu menyediakan akses angkutan umum yang baik.
&quot;Angkutan umum yang ada saat ini tidak aman, dan selamat juga tidak, seperti Metromini dan lainnya. Apalagi kalau di Jakarta yang terpenjara akan kemacetan. Jadi, tidak bisa melarang begitu saja,&quot; terangnnya.
Meski demikian, Tulus mengakui adanya sepeda motor yang mewabah telah mematikan angkutan umum secara resmi. Tulus pun mengatakan, secara regulasi, langkah Kemenhub melarang sudah benar.
&quot;Tapi, selama pemerintah belum menyediakan akses transportasi yang baik, ya ojek tidak bisa dilarang,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai keberadaan ojek online seperti Go-Jek adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam menyediakan angkutan umum yang layak dan terjangkau.
&quot;Tumbuh suburnya sepeda motor dalam ojek online merupakan bentuk kegagalan pemerintah menyediakan transportasi yang baik bagi masyarakat,&quot; ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2015).
Menurutnya, Kemenhub tidak bisa serta merta melarang keberadaan ojek online jika belum mampu menyediakan akses angkutan umum yang baik.
&quot;Angkutan umum yang ada saat ini tidak aman, dan selamat juga tidak, seperti Metromini dan lainnya. Apalagi kalau di Jakarta yang terpenjara akan kemacetan. Jadi, tidak bisa melarang begitu saja,&quot; terangnnya.
Meski demikian, Tulus mengakui adanya sepeda motor yang mewabah telah mematikan angkutan umum secara resmi. Tulus pun mengatakan, secara regulasi, langkah Kemenhub melarang sudah benar.
&quot;Tapi, selama pemerintah belum menyediakan akses transportasi yang baik, ya ojek tidak bisa dilarang,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
