<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Masih Tunggu Perbaikan Laporan Keuangan SIAP</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini masih mensuspensi saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap"/><item><title>BEI Masih Tunggu Perbaikan Laporan Keuangan SIAP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap</guid><pubDate>Rabu 23 Desember 2015 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap-nvUxbslkSt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/23/278/1273596/bei-masih-tunggu-perbaikan-laporan-keuangan-siap-nvUxbslkSt.jpg</image><title>Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini masih mensuspensi saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Pasalnya, hingga saat ini BEI masih menunggu penjelasan dari manajamen SIAP terkait laporan keuangan yang berubah pada periode Juni dan September 2015.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, hingga saat ini belum ada perkembangan terkait kasus saham SIAP. Hal itu dikarenakan belum ada langkah dari manajemen SIAP yang telah menggunakan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) yang berbeda dalam laporan keuangannya.
&quot;Jadi kita minta keterangan perusahaan dan akuntannya. Kan semacam ada pengantar periode laporan sebelumnya ke sekarang,&quot; tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Seperti diketahui, manjamen SIAP disinyalir menyampaikan laporan keuangan Juni 2015 dengan menggunakan PSAK 2013. Tercatat total aset SIAP sekira Rp4,9 triliun. Nilai tersebut dicantumkan berdasarkan hasil akuisisi dari anak RITS Venture Limited sebesar Rp4,7 triliun.
Sementara pada laporan keuangan September 2015, manajemen SIAP tidak memberikan informasi tersebut dan menggunakan PSAK 2009. Sehingga total aset berubah turun menjadi Rp307 miliar.
Kendati menunggu penjelasan terkait hal tersebut, Samsul mengatakan pihaknya tidak memberikan tenggat waktu kepada manajemen SIAP.
&quot;Belum, ini kan hanya perbaikan laporan keuangan sudah disampaikan,&quot; pungkasnya.(rai)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini masih mensuspensi saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Pasalnya, hingga saat ini BEI masih menunggu penjelasan dari manajamen SIAP terkait laporan keuangan yang berubah pada periode Juni dan September 2015.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, hingga saat ini belum ada perkembangan terkait kasus saham SIAP. Hal itu dikarenakan belum ada langkah dari manajemen SIAP yang telah menggunakan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) yang berbeda dalam laporan keuangannya.
&quot;Jadi kita minta keterangan perusahaan dan akuntannya. Kan semacam ada pengantar periode laporan sebelumnya ke sekarang,&quot; tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Seperti diketahui, manjamen SIAP disinyalir menyampaikan laporan keuangan Juni 2015 dengan menggunakan PSAK 2013. Tercatat total aset SIAP sekira Rp4,9 triliun. Nilai tersebut dicantumkan berdasarkan hasil akuisisi dari anak RITS Venture Limited sebesar Rp4,7 triliun.
Sementara pada laporan keuangan September 2015, manajemen SIAP tidak memberikan informasi tersebut dan menggunakan PSAK 2009. Sehingga total aset berubah turun menjadi Rp307 miliar.
Kendati menunggu penjelasan terkait hal tersebut, Samsul mengatakan pihaknya tidak memberikan tenggat waktu kepada manajemen SIAP.
&quot;Belum, ini kan hanya perbaikan laporan keuangan sudah disampaikan,&quot; pungkasnya.(rai)</content:encoded></item></channel></rss>
