<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Warga Hong Kong Tinggal di 'Kandang' hingga Toilet</title><description>Bahkan, ada pula yang sebagian besar apartemen dibagi lagi ruangannya dengan beberapa orang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet"/><item><title>Kisah Warga Hong Kong Tinggal di 'Kandang' hingga Toilet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2015 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet-Hu3yA9GKn1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: BussinesInsider</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/31/470/1278412/kisah-warga-hong-kong-tinggal-di-kandang-hingga-toilet-Hu3yA9GKn1.jpg</image><title>Foto: BussinesInsider</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah populasi masyarakat Hong Kong yang membludak, membuat permintaan akan tempat tinggal meningkat. Namun, tingginya harga yang ditawarkan membuat para makelar memutar otak membuat jenis hunian.

Seperti dilansir Business Insider, Kamis (31/12/2015), saking mahalnya harga sewa, sebanyak 7,2 juta penduduk tersebut terpaksa menempati dan menyewa ruang kecil demi keberlangsungan hidup. Bahkan, ada pula yang membuat apartemen yang terbuat dari kotak kayu.

Kotak tersebut ditumpuk satu dengan satu lainnya, dan disebut sebagai &amp;ldquo;rumah peti mati&amp;rdquo;. Selain itu, ada juga yang tidur di kandang seukuran kandang kelinci.

Pemerintah Hong Kong memperkirakan ada sekitar 100 ribu orang tinggal di unit serupa, yang biaya tarif sewa rata-rata bulanan sebesar USD150 atau setara Rp2,1 juta.

Bahkan, ada pula yang sebagian besar apartemen dibagi lagi ruangannya. Ini berarti satu unit apartemen ditujukan untuk penghuni tunggal apartemen membagi ruang dengan beberapa orang lain yang menyewa secara individual.

Selain itu, membludaknya penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal terjadi karena semakin banyak para pekerja yang berduyun-duyun ke Hong Kong, sehingga membuat permintaan untuk apartemen semakin meningkat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah populasi masyarakat Hong Kong yang membludak, membuat permintaan akan tempat tinggal meningkat. Namun, tingginya harga yang ditawarkan membuat para makelar memutar otak membuat jenis hunian.

Seperti dilansir Business Insider, Kamis (31/12/2015), saking mahalnya harga sewa, sebanyak 7,2 juta penduduk tersebut terpaksa menempati dan menyewa ruang kecil demi keberlangsungan hidup. Bahkan, ada pula yang membuat apartemen yang terbuat dari kotak kayu.

Kotak tersebut ditumpuk satu dengan satu lainnya, dan disebut sebagai &amp;ldquo;rumah peti mati&amp;rdquo;. Selain itu, ada juga yang tidur di kandang seukuran kandang kelinci.

Pemerintah Hong Kong memperkirakan ada sekitar 100 ribu orang tinggal di unit serupa, yang biaya tarif sewa rata-rata bulanan sebesar USD150 atau setara Rp2,1 juta.

Bahkan, ada pula yang sebagian besar apartemen dibagi lagi ruangannya. Ini berarti satu unit apartemen ditujukan untuk penghuni tunggal apartemen membagi ruang dengan beberapa orang lain yang menyewa secara individual.

Selain itu, membludaknya penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal terjadi karena semakin banyak para pekerja yang berduyun-duyun ke Hong Kong, sehingga membuat permintaan untuk apartemen semakin meningkat.</content:encoded></item></channel></rss>
