<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Rp11 Miliar untuk Perbaiki Situs Wisata Rumah Bolon</title><description>Dia berharap bantuan tersebut dapat mempertahankan keberadaan Rumah Bolon yang sarat nilai sejarah dan menjadi potensi wisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon"/><item><title>Butuh Rp11 Miliar untuk Perbaiki Situs Wisata Rumah Bolon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2016 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon-ZOtdVws3ff.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/23/470/1295421/butuh-rp11-miliar-untuk-perbaiki-situs-wisata-rumah-bolon-ZOtdVws3ff.jpg</image><title>Foto : Koran Sindo</title></images><description>SIMALUNGUN &amp;ndash; Ketua Yayasan Museum Simalungun, Djomen Purba, mengatakan, sudah pernah mengusulkan ke Kementerian Pariwisata untuk membantu anggaran revitalisasi Rumah Bolon dengan anggaran sekitar Rp11 miliar pada 2010.

Dia berharap bantuan tersebut dapat mempertahankan keberadaan Rumah Bolon yang sarat nilai sejarah dan menjadi potensi wisata. Namun, usulan pemerintah daerah dan Yayasan Museum Simalungun sebagai pengelola Rumah Bolon saat ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah pusat atau Kementerian Pariwisata. Akibatnya, upaya revitalisasi Rumah Bolon menjadi tersendat

&amp;ldquo;Padahal revitalisasi Rumah Bolon merupakan upaya membenahi kondisinya supaya menjadi lebih baik dan bisa menjadi obyek wisata sejarah yang diminati wisatawan. Apalagi sudah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang memadai seperti lokasi parkir, kamar mandi, taman-taman, dan perbaikan bangunan yang rusak,serta fasilitas lainnya yang dibutuhkan wisatawan,&amp;rdquo; ujar Jomen.

Jomen yang juga salah satu keturunan langsung dari pendiri Kerajaan Purba menambahkan, selama ini upaya pelestarian Rumah Bolon hanya mengandalkan anggaran dari Pemkab Simalungun yang jumlahnya setiap tahun minim hanya sekitar Rp 40&amp;ndash;Rp 50 juta.

Anggaran bantuan tersebut, jelas sangat kurang karena sebagian besar digunakan untuk membayar para penjaga dan petugas kebersihan Rumah Bolon serta membayar listrik dan air setiap bulannya.

&amp;ldquo;Idealnya Pemkab Simalungun bisa mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan Rumah Bolon sekitar Rp 100 juta setiap tahunnya, sehingga cukup untuk membiayai kegiatan pemeliharaan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>SIMALUNGUN &amp;ndash; Ketua Yayasan Museum Simalungun, Djomen Purba, mengatakan, sudah pernah mengusulkan ke Kementerian Pariwisata untuk membantu anggaran revitalisasi Rumah Bolon dengan anggaran sekitar Rp11 miliar pada 2010.

Dia berharap bantuan tersebut dapat mempertahankan keberadaan Rumah Bolon yang sarat nilai sejarah dan menjadi potensi wisata. Namun, usulan pemerintah daerah dan Yayasan Museum Simalungun sebagai pengelola Rumah Bolon saat ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah pusat atau Kementerian Pariwisata. Akibatnya, upaya revitalisasi Rumah Bolon menjadi tersendat

&amp;ldquo;Padahal revitalisasi Rumah Bolon merupakan upaya membenahi kondisinya supaya menjadi lebih baik dan bisa menjadi obyek wisata sejarah yang diminati wisatawan. Apalagi sudah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang memadai seperti lokasi parkir, kamar mandi, taman-taman, dan perbaikan bangunan yang rusak,serta fasilitas lainnya yang dibutuhkan wisatawan,&amp;rdquo; ujar Jomen.

Jomen yang juga salah satu keturunan langsung dari pendiri Kerajaan Purba menambahkan, selama ini upaya pelestarian Rumah Bolon hanya mengandalkan anggaran dari Pemkab Simalungun yang jumlahnya setiap tahun minim hanya sekitar Rp 40&amp;ndash;Rp 50 juta.

Anggaran bantuan tersebut, jelas sangat kurang karena sebagian besar digunakan untuk membayar para penjaga dan petugas kebersihan Rumah Bolon serta membayar listrik dan air setiap bulannya.

&amp;ldquo;Idealnya Pemkab Simalungun bisa mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan Rumah Bolon sekitar Rp 100 juta setiap tahunnya, sehingga cukup untuk membiayai kegiatan pemeliharaan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
