<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Raja Kasino Las Vegas yang Sukses Jadi Miliarder</title><description>Raja Kasino asal Amerika Serikat (AS) Sheldon Adelson,  merupakan pemilik Las Vegas Sands Corporation yang merupakan perusahaan  kasino terbesar di dunia. Namun, siapa menyangka, kiprah dia di dunia  kasino pun ternyata berawal mula dari hasil main judinya pada 1995.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/01/29/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/01/29/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder"/><item><title>Kisah Raja Kasino Las Vegas yang Sukses Jadi Miliarder</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/01/29/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/01/29/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2016 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/28/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder-VV7S4gauDA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sheldon Adelson (Foto: Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/28/470/1299591/kisah-raja-kasino-las-vegas-yang-sukses-jadi-miliarder-VV7S4gauDA.jpg</image><title>Sheldon Adelson (Foto: Business Insider)</title></images><description>JAKARTA - Raja Kasino asal Amerika Serikat (AS) Sheldon Adelson, merupakan pemilik Las Vegas Sands Corporation yang merupakan perusahaan kasino terbesar di dunia. Namun, siapa menyangka, kiprah dia di dunia kasino pun ternyata berawal mula dari hasil main judinya pada 1995.
Dilansir dari laman Business Insider, Jumat (29/1/2016), Adelson pertama kali mendapat jackpot (hadiah bermain kartu) pada 1995, ketika dia berusia 61. Ketika itu pula dia sedang menjalankan perusahaan Computer Dealers' Exhibition (Comdex), salah satu pertunjukan perdagangan terbesar di Las Vegas.
Tak lama kemudian, Adelson menjual perusahaan kepada Softbank Jepang senilai USD860 juta atau setara Rp11,932 triliun (mengacu kurs Rp13.875 per USD) dan menggunakan uang tunai untuk melakukan pembelian Sands Casino. Dia pun dengan cepat menghancurkan gedung yang baru dibelinya itu, kemudian membangun Venetian Casino Resort dan Sands Expo Convention Center.
Pada 2004, setelah berhasil terus melakukan ekspansi, dia pun dinobatkan oleh publik menjadi konglomerat judi, Las Vegas Sands.
Adelson, yang merupakan mantan wartawan dan broker properti merupakan putra dari pasangan imigran Ukraina Yahudi ini. Dia pernah mengalami masalah keuangan selama krisis keuangan yang terjadi pada 2008. Dia dilaporkan kehilangan USD25 miliar atau setara Rp346,875 triliun dan perlu meningkatkan neraca perusahaannya dengan uang tunainya sendiri senilai USD1 miliar atau sekira Rp13,875 triliun.
Meskipun perusahaannya pernah kembali masuk dalam keadaan terburuk pada 2015, di mana ketika itu saham perusahaan anjlok 25 persen selama setahun, namun kekayaannya telah pulih dari hari-hari gelap krisis keuangan 2008 dan sekarang mempunyai kekayaan bersih USD23 miliar atau setara Rp319,125 triliun.
Pria yang tercatat memiliki 13 pesawat jet pribadi ini adalah pendukung setia Partai Republik. Dia terkenal pernah menyumbangkan puluhan juta dolar untuk calon masa lalu seperti Newt Gingrich dan Mitt Romney.
Pada akhir 2015, dia membeli koran terbesar Nevada sebesar USD140 juta. Kini, dia masih menjalankan perusahaan Sands dan CEO dari China Sands, anak perusahaan yang berencana membuka kasino kelima di Macau tahun ini.
(dhe)</description><content:encoded>JAKARTA - Raja Kasino asal Amerika Serikat (AS) Sheldon Adelson, merupakan pemilik Las Vegas Sands Corporation yang merupakan perusahaan kasino terbesar di dunia. Namun, siapa menyangka, kiprah dia di dunia kasino pun ternyata berawal mula dari hasil main judinya pada 1995.
Dilansir dari laman Business Insider, Jumat (29/1/2016), Adelson pertama kali mendapat jackpot (hadiah bermain kartu) pada 1995, ketika dia berusia 61. Ketika itu pula dia sedang menjalankan perusahaan Computer Dealers' Exhibition (Comdex), salah satu pertunjukan perdagangan terbesar di Las Vegas.
Tak lama kemudian, Adelson menjual perusahaan kepada Softbank Jepang senilai USD860 juta atau setara Rp11,932 triliun (mengacu kurs Rp13.875 per USD) dan menggunakan uang tunai untuk melakukan pembelian Sands Casino. Dia pun dengan cepat menghancurkan gedung yang baru dibelinya itu, kemudian membangun Venetian Casino Resort dan Sands Expo Convention Center.
Pada 2004, setelah berhasil terus melakukan ekspansi, dia pun dinobatkan oleh publik menjadi konglomerat judi, Las Vegas Sands.
Adelson, yang merupakan mantan wartawan dan broker properti merupakan putra dari pasangan imigran Ukraina Yahudi ini. Dia pernah mengalami masalah keuangan selama krisis keuangan yang terjadi pada 2008. Dia dilaporkan kehilangan USD25 miliar atau setara Rp346,875 triliun dan perlu meningkatkan neraca perusahaannya dengan uang tunainya sendiri senilai USD1 miliar atau sekira Rp13,875 triliun.
Meskipun perusahaannya pernah kembali masuk dalam keadaan terburuk pada 2015, di mana ketika itu saham perusahaan anjlok 25 persen selama setahun, namun kekayaannya telah pulih dari hari-hari gelap krisis keuangan 2008 dan sekarang mempunyai kekayaan bersih USD23 miliar atau setara Rp319,125 triliun.
Pria yang tercatat memiliki 13 pesawat jet pribadi ini adalah pendukung setia Partai Republik. Dia terkenal pernah menyumbangkan puluhan juta dolar untuk calon masa lalu seperti Newt Gingrich dan Mitt Romney.
Pada akhir 2015, dia membeli koran terbesar Nevada sebesar USD140 juta. Kini, dia masih menjalankan perusahaan Sands dan CEO dari China Sands, anak perusahaan yang berencana membuka kasino kelima di Macau tahun ini.
(dhe)</content:encoded></item></channel></rss>
