<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Astra Otoparts Turun Hingga 63% di 2015</title><description>PT Astra Otopart Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp318 miliar di 2015. Angka tersebut menurun 63 persen dibandingkan pada 2014.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015"/><item><title>Laba Bersih Astra Otoparts Turun Hingga 63% di 2015</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2016 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015-vVrgtuWRoo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/24/278/1320070/laba-bersih-astra-otoparts-turun-hingga-63-di-2015-vVrgtuWRoo.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Otopart Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp318 miliar di 2015. Angka tersebut menurun 63 persen dibandingkan pada 2014 yang sebesar Rp869 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Rabu (24/2/2016), tercatat total aset perseroan mengalami penurunan 0,33 persen menjadi Rp14,339 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp14,387triliun.

Pendapatan bersih juga tercatat mengalami penurunan 4 persen menjadi Rp11,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp12,2 triliun. Selain itu untuk beban pokok pendapatan tercatat Rp9,9 triliun atau turun 4,8 persen dari tahun sebelumnya Rp10,5 triliun. Sehingga total laba kotor perusahaan ini turun 1,4 persen menjadi Rp1,7 triliun.

Sementara itu, beban penjualan mengalami  kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 13,2 persen menjadi Rp639 miliar. Biaya keuangan juga mengalami kenaikan 77 persen  menjadi Rp173 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp97 miliar.

Adapun, laba sebelum pajak mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya sebesar 60 persen menjadi Rp433 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,09 triliun. Dimana laba bersih setelah pajak tercatat mengalami penurunan drastis 93,5 persen menjadi Rp31 miliar dari tahun sebelumnya Rp487 miliar.</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Otopart Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp318 miliar di 2015. Angka tersebut menurun 63 persen dibandingkan pada 2014 yang sebesar Rp869 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Rabu (24/2/2016), tercatat total aset perseroan mengalami penurunan 0,33 persen menjadi Rp14,339 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp14,387triliun.

Pendapatan bersih juga tercatat mengalami penurunan 4 persen menjadi Rp11,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp12,2 triliun. Selain itu untuk beban pokok pendapatan tercatat Rp9,9 triliun atau turun 4,8 persen dari tahun sebelumnya Rp10,5 triliun. Sehingga total laba kotor perusahaan ini turun 1,4 persen menjadi Rp1,7 triliun.

Sementara itu, beban penjualan mengalami  kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 13,2 persen menjadi Rp639 miliar. Biaya keuangan juga mengalami kenaikan 77 persen  menjadi Rp173 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp97 miliar.

Adapun, laba sebelum pajak mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya sebesar 60 persen menjadi Rp433 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,09 triliun. Dimana laba bersih setelah pajak tercatat mengalami penurunan drastis 93,5 persen menjadi Rp31 miliar dari tahun sebelumnya Rp487 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
