<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gedung Nedhandel NV, Peninggalan Belanda dari 1912</title><description>DAHULU gedung yang dibangun sekira 1912 ini adalah  kantor yang dibangun untuk Nederlandsche Handel Maatchappij (NHM) NV.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912"/><item><title>Gedung Nedhandel NV, Peninggalan Belanda dari 1912</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2016 14:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912-DFzXp7CLJE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Nugraha Ramdhani/PDR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/04/470/1327613/gedung-nedhandel-nv-peninggalan-belanda-dari-1912-DFzXp7CLJE.jpg</image><title>Foto: Nugraha Ramdhani/PDR</title></images><description>DAHULU gedung yang dibangun sekira 1912 ini adalah  kantor yang dibangun untuk Nederlandsche Handel Maatchappij (NHM) NV.  Seperti  halnya gedung Bank Indonesia Bandung, gedung ini  dirancang  oleh dua orang arsitek yakni Hulswit Vermen dan Edward Cuypers.
Gaya arsitekturnya mengikuti gaya Neo klasik abad ke-19 di Belanda dengan menggunakan material-material yang didatangkan dari Eropa. Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia  merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.
Perusahaan tersebut adalah perusahaan besar yang mendukung perekonomian di Hindia Belanda pada waktu itu. Semisal pada  tahun 1871, Jan Reerink, pengusaha penggilingan beras di Cirebon ingin membuat pengeboran minyak di Gunung Ciremai tepatnya di kawasan Cibodas, Majalengka.
Demi mewujudkan ambisinya itu, Reerink meminta dukungan dana dari perusahaan tersebut.  Dia juga sempat berguru ke Amerika mempelajari eksplorasi minyak. Namun  eksplorasi Reerink harus terhenti sekira tahun 1876, karena  dukungan  dana dari NHM berhenti.
Selanjutnya Nederlandsche Handel Maatschappij NV di Belanda berubah menjadi salah satu bank ternama, yakni ABN AMRO yang berpusat di Amsterdam. Bank tersebut merupakan gabungan NHM  dengan De Twentsche Bank membentuk Algemene Bank Nederland (ABN). Sedangkan bank lain,  Amsterdamsche Bank dan Rotterdamsche Bank bergabung menjadi Amsterdam-Rotterdam (AMRO). Pada 1991 kedua lembaga ini menjadi ABN AMRO.
Sekira tahun 1960 di Indonesia NHM diambil alih pemerintah. Namanya pun  menjadi Bank Expor-Impor (Exim). Selang 39 tahun, bank ini  merger dengan Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) menjadi Bank Mandiri (1999). Maka aset Ban Exim yang di Jalan Asia Afrika pun otomatis menjadi milik Bank Mandiri.
Kini gedung tersebut kini menjadi Gedung Bank Mandiri. Awalnya Gedung ini digunakan sebagai Region Credit Operation Bank Mandiri. Di bagian atas bangunan ini tertulis &amp;ldquo;Nedhandel NV&amp;rdquo;. Lokasinya berada di seberang alun-alun Bandung, di sudut persimpangan antara Jalan Asia Afrika dan Jalan Cikapundung Barat tepatnya di Jalan Asia Afrika Nomor 61.</description><content:encoded>DAHULU gedung yang dibangun sekira 1912 ini adalah  kantor yang dibangun untuk Nederlandsche Handel Maatchappij (NHM) NV.  Seperti  halnya gedung Bank Indonesia Bandung, gedung ini  dirancang  oleh dua orang arsitek yakni Hulswit Vermen dan Edward Cuypers.
Gaya arsitekturnya mengikuti gaya Neo klasik abad ke-19 di Belanda dengan menggunakan material-material yang didatangkan dari Eropa. Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia  merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.
Perusahaan tersebut adalah perusahaan besar yang mendukung perekonomian di Hindia Belanda pada waktu itu. Semisal pada  tahun 1871, Jan Reerink, pengusaha penggilingan beras di Cirebon ingin membuat pengeboran minyak di Gunung Ciremai tepatnya di kawasan Cibodas, Majalengka.
Demi mewujudkan ambisinya itu, Reerink meminta dukungan dana dari perusahaan tersebut.  Dia juga sempat berguru ke Amerika mempelajari eksplorasi minyak. Namun  eksplorasi Reerink harus terhenti sekira tahun 1876, karena  dukungan  dana dari NHM berhenti.
Selanjutnya Nederlandsche Handel Maatschappij NV di Belanda berubah menjadi salah satu bank ternama, yakni ABN AMRO yang berpusat di Amsterdam. Bank tersebut merupakan gabungan NHM  dengan De Twentsche Bank membentuk Algemene Bank Nederland (ABN). Sedangkan bank lain,  Amsterdamsche Bank dan Rotterdamsche Bank bergabung menjadi Amsterdam-Rotterdam (AMRO). Pada 1991 kedua lembaga ini menjadi ABN AMRO.
Sekira tahun 1960 di Indonesia NHM diambil alih pemerintah. Namanya pun  menjadi Bank Expor-Impor (Exim). Selang 39 tahun, bank ini  merger dengan Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) menjadi Bank Mandiri (1999). Maka aset Ban Exim yang di Jalan Asia Afrika pun otomatis menjadi milik Bank Mandiri.
Kini gedung tersebut kini menjadi Gedung Bank Mandiri. Awalnya Gedung ini digunakan sebagai Region Credit Operation Bank Mandiri. Di bagian atas bangunan ini tertulis &amp;ldquo;Nedhandel NV&amp;rdquo;. Lokasinya berada di seberang alun-alun Bandung, di sudut persimpangan antara Jalan Asia Afrika dan Jalan Cikapundung Barat tepatnya di Jalan Asia Afrika Nomor 61.</content:encoded></item></channel></rss>
