<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Minta PT MRT Tingkatkan Pengawasan Proyek</title><description>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta kepada PT Mass Rapid  Transit (MRT) Jakarta agar lebih meningkatkan pengawasan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek"/><item><title>Ahok Minta PT MRT Tingkatkan Pengawasan Proyek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek</guid><pubDate>Jum'at 18 Maret 2016 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek-eAg77HHAby.gif" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/18/320/1339794/ahok-minta-pt-mrt-tingkatkan-pengawasan-proyek-eAg77HHAby.gif</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta kepada PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta agar lebih meningkatkan pengawasan dalam mengerjakan proyek pembangunan MRT di ibu kota.

&quot;Saya bilang kepada direksi PT MRT Jakarta supaya lebih memperhatikan proses-proses pengerjaan MRT itu. Harus seperti mengurus bayi, diperhatikan baik-baik,&quot; kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu, sempat terjadi kesalahan dari pihak kontraktor asal Jepang saat mencetak bagian green box pada pengerjaan proyek tersebut.

&quot;Sempat ada kesalahan dalam pembangunan infrastruktur MRT dari pihak kontraktor Jepang. Ada 57 green box salah cetak. Makanya, saya minta pengawasannya ditingkatkan,&quot; ujar Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu pun menuturkan sampai dengan saat ini, pengawasan yang dilakukan oleh pihak direksi PT MRT Jakarta masih kurang baik.

&quot;Pengawasan dari pihak direksi masih sangat kurang. Terlalu banyak acara-acara seremonial yang dilakukan. Padahal seharusnya pengawasan itu lah yang ditingkatkan, sehingga pekerjaan bisa berjalan dengan baik,&quot; tutur Ahok.

Sementara itu, dia memperkirakan ada kemungkinan pengoperasian transportasi masal tersebut mundur dari jadwal yang telah ditentukan, yakni baru bisa dioperasikan pada 2019.

&quot;Sebetulnya, proses pembangunan masih berjalan. Hanya saja, masih ada kendala yang harus dihadapi, yaitu soal pembebasan lahan. Kami targetkan pembangunan selesai 2018, tapi mungkin operasionalnya baru mulai 2019,&quot; ungkap Ahok.

Dia menambahkan pembebasan lahan tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangunan MRT jenis layang (elevated) di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan.(rai)</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta kepada PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta agar lebih meningkatkan pengawasan dalam mengerjakan proyek pembangunan MRT di ibu kota.

&quot;Saya bilang kepada direksi PT MRT Jakarta supaya lebih memperhatikan proses-proses pengerjaan MRT itu. Harus seperti mengurus bayi, diperhatikan baik-baik,&quot; kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu, sempat terjadi kesalahan dari pihak kontraktor asal Jepang saat mencetak bagian green box pada pengerjaan proyek tersebut.

&quot;Sempat ada kesalahan dalam pembangunan infrastruktur MRT dari pihak kontraktor Jepang. Ada 57 green box salah cetak. Makanya, saya minta pengawasannya ditingkatkan,&quot; ujar Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu pun menuturkan sampai dengan saat ini, pengawasan yang dilakukan oleh pihak direksi PT MRT Jakarta masih kurang baik.

&quot;Pengawasan dari pihak direksi masih sangat kurang. Terlalu banyak acara-acara seremonial yang dilakukan. Padahal seharusnya pengawasan itu lah yang ditingkatkan, sehingga pekerjaan bisa berjalan dengan baik,&quot; tutur Ahok.

Sementara itu, dia memperkirakan ada kemungkinan pengoperasian transportasi masal tersebut mundur dari jadwal yang telah ditentukan, yakni baru bisa dioperasikan pada 2019.

&quot;Sebetulnya, proses pembangunan masih berjalan. Hanya saja, masih ada kendala yang harus dihadapi, yaitu soal pembebasan lahan. Kami targetkan pembangunan selesai 2018, tapi mungkin operasionalnya baru mulai 2019,&quot; ungkap Ahok.

Dia menambahkan pembebasan lahan tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangunan MRT jenis layang (elevated) di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan.(rai)</content:encoded></item></channel></rss>
