<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Properti Australia Kian Terpuruk</title><description>Peringkat dua perusahaan Australia telah menurun drastis dalam daftar  peringkat 100 perusahaan real estat terkemuka di dunia berdasarkan total  nilai aset mereka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/25/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/03/25/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk"/><item><title>Perusahaan Properti Australia Kian Terpuruk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/03/25/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/03/25/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2016 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/24/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk-0J2PorLI5q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: clivejames)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/24/470/1345180/perusahaan-properti-australia-kian-terpuruk-0J2PorLI5q.jpg</image><title>(Foto: clivejames)</title></images><description>NEW YORK - Peringkat dua perusahaan Australia telah menurun drastis dalam daftar peringkat 100 perusahaan real estat terkemuka di dunia berdasarkan total nilai aset mereka.

Dalam peringkat terbaru yang dirilis oleh Global RealEstateInsight, seperti dilansir dari laman Sourceable, Jumat (25/3/2016), telah mengungkapkan kedua perusahaan asal Australia tersebut, antara lain Westfield Corporation bertengger di posisi 42 dengan total aset USD29,3 miliar atau setara Rp388,225 triliun (mengacu kurs Rp13.250 per USD), sementara Lend Lease juga menurun peringkatnya hingga menempati nomor 94 dengan aset USD13,1 miliar atau Rp173,575 triliun.

Bagian dari eks Westfield Group, Westfield Corporation yang mengoperasikan eks aset Group di AS, Inggris dan Eropa, yang dibagi menjadi dua pada 2014 di bawah aturan, melihat aset Australia dan Selandia Baru milik Group berpindah ke sebuah perusahaan baru yang dikenal sebagai Scentre Group.

Laba bersih setelah pajaknya tercatat sebesar USD2,325 miliar atau Rp30,806 triliun, kelompok menyelesaikann proyek-proyek baru selama 2015 lebih dari USD1 miliar atau Rp13,250 triliun dan divestasi aset non-inti juga sekitar USD1 miliar atau Rp13,250 triliun.

Sementara itu, Lend Lease, menyampaikan pertumbuhan pendapatan dua digit di tahun buku yang berakhir 31 Desember dan memiliki dana kelolaan USD22 miliar atau Rp291 triliun sama baiknya dengan pembangunan yang masih ada dalam pipeline senilai USD46,6 miliar atau Rp617 triliun dalam pengembangan properti dan lengan konstruksi.

Sekitar Australia, perusahaan real estat telah mendapatkan manfaat dari peningkatan kuat di pasar perumahan serta tingginya tingkat investasi asing yang mengalir ke properti perkantoran, ritel dan aset industri.

Misalnya pada paruh kedua tahun lalu, Lend Lease mengalami peningkatan 49 persen di perumahan pra-penjualan dan kenaikan 45 persen di hunian perumahan.

Sementara itu, pada sektor properti komersial, aktivitas berjalan panas di tengah permintaan kuat dari para investor luar negeri.

Dalam kurun waktu sembilan bulan pertama tahun lalu misalnya, sekitar aset senilai USD19,5 miliar atau Rp258 triliun telah berpindah tangan, demikian menurut Commonwealth Bank. Sebuah angka yang jauh melebihi rata-rata 10 tahun selama periode yang sama sebesar USD15 miliar atau Rp199 triliun.

(dhe)</description><content:encoded>NEW YORK - Peringkat dua perusahaan Australia telah menurun drastis dalam daftar peringkat 100 perusahaan real estat terkemuka di dunia berdasarkan total nilai aset mereka.

Dalam peringkat terbaru yang dirilis oleh Global RealEstateInsight, seperti dilansir dari laman Sourceable, Jumat (25/3/2016), telah mengungkapkan kedua perusahaan asal Australia tersebut, antara lain Westfield Corporation bertengger di posisi 42 dengan total aset USD29,3 miliar atau setara Rp388,225 triliun (mengacu kurs Rp13.250 per USD), sementara Lend Lease juga menurun peringkatnya hingga menempati nomor 94 dengan aset USD13,1 miliar atau Rp173,575 triliun.

Bagian dari eks Westfield Group, Westfield Corporation yang mengoperasikan eks aset Group di AS, Inggris dan Eropa, yang dibagi menjadi dua pada 2014 di bawah aturan, melihat aset Australia dan Selandia Baru milik Group berpindah ke sebuah perusahaan baru yang dikenal sebagai Scentre Group.

Laba bersih setelah pajaknya tercatat sebesar USD2,325 miliar atau Rp30,806 triliun, kelompok menyelesaikann proyek-proyek baru selama 2015 lebih dari USD1 miliar atau Rp13,250 triliun dan divestasi aset non-inti juga sekitar USD1 miliar atau Rp13,250 triliun.

Sementara itu, Lend Lease, menyampaikan pertumbuhan pendapatan dua digit di tahun buku yang berakhir 31 Desember dan memiliki dana kelolaan USD22 miliar atau Rp291 triliun sama baiknya dengan pembangunan yang masih ada dalam pipeline senilai USD46,6 miliar atau Rp617 triliun dalam pengembangan properti dan lengan konstruksi.

Sekitar Australia, perusahaan real estat telah mendapatkan manfaat dari peningkatan kuat di pasar perumahan serta tingginya tingkat investasi asing yang mengalir ke properti perkantoran, ritel dan aset industri.

Misalnya pada paruh kedua tahun lalu, Lend Lease mengalami peningkatan 49 persen di perumahan pra-penjualan dan kenaikan 45 persen di hunian perumahan.

Sementara itu, pada sektor properti komersial, aktivitas berjalan panas di tengah permintaan kuat dari para investor luar negeri.

Dalam kurun waktu sembilan bulan pertama tahun lalu misalnya, sekitar aset senilai USD19,5 miliar atau Rp258 triliun telah berpindah tangan, demikian menurut Commonwealth Bank. Sebuah angka yang jauh melebihi rata-rata 10 tahun selama periode yang sama sebesar USD15 miliar atau Rp199 triliun.

(dhe)</content:encoded></item></channel></rss>
