<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Properti Masih Melambat di 2016</title><description>Sepanjang 2015, sektor properti masih tergolong melambat. Bahkan, perlambatan ini masih terjadi hingga kuartal I-2016.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016"/><item><title>Sektor Properti Masih Melambat di 2016</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016</guid><pubDate>Rabu 06 April 2016 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016-YTkikHEInm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/06/470/1355527/sektor-properti-masih-melambat-di-2016-YTkikHEInm.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Sepanjang 2015, sektor properti masih tergolong melambat. Bahkan, perlambatan ini masih terjadi hingga kuartal I-2016.
&quot;2016 masih terjadi perlambatan, masih jadi periode perlambatan,&quot; ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Meski demikian, dia mengatakan, pada semester II-2016 akan terlihat ada pergerakan pertumbuhan pada sektor properti di Indonesia. Sebab, properti sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Pertumbuhan Pasar Properti Kelas Menengah Atas Masih Lambat)
Dia meyakini, seiring pertumbuhan ekonomi yang disebut-sebut akan terjadi pada tahun ini, maka itu akan beriringan dengan kebangkitan sektor properti.
&quot;Tapi semester II nanti kita akan lihat ada pergerakan. Kenapa? Karena properti sangat berkaitan erat sama pertumbuhan ekonomi. Dibuktikan secara statistik juga,&quot; tuturnya.
Perlambatan yang terjadi pada sektor properti, kata dia, terutama terlihat pada sektor perkantoran, di mana permintaan terhadap ruang kantor menurun cukup signifikan. Kemudian pula diikuti oleh harga-harga sewanya yang turut terkoreksi. (Baca juga: Pelonggaran Moneter dan Prospek Emiten Properti)
&quot;Kuartal II-2015 pertumbuhan ekonomi hanya di bawah 4,7 persen, berkorelasi turunnya sektor properti terutama office permintaan ruang kantor menurun cukup signifikan. Kemudian juga harga-harga rental juga mengalami koreksi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sepanjang 2015, sektor properti masih tergolong melambat. Bahkan, perlambatan ini masih terjadi hingga kuartal I-2016.
&quot;2016 masih terjadi perlambatan, masih jadi periode perlambatan,&quot; ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Meski demikian, dia mengatakan, pada semester II-2016 akan terlihat ada pergerakan pertumbuhan pada sektor properti di Indonesia. Sebab, properti sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Pertumbuhan Pasar Properti Kelas Menengah Atas Masih Lambat)
Dia meyakini, seiring pertumbuhan ekonomi yang disebut-sebut akan terjadi pada tahun ini, maka itu akan beriringan dengan kebangkitan sektor properti.
&quot;Tapi semester II nanti kita akan lihat ada pergerakan. Kenapa? Karena properti sangat berkaitan erat sama pertumbuhan ekonomi. Dibuktikan secara statistik juga,&quot; tuturnya.
Perlambatan yang terjadi pada sektor properti, kata dia, terutama terlihat pada sektor perkantoran, di mana permintaan terhadap ruang kantor menurun cukup signifikan. Kemudian pula diikuti oleh harga-harga sewanya yang turut terkoreksi. (Baca juga: Pelonggaran Moneter dan Prospek Emiten Properti)
&quot;Kuartal II-2015 pertumbuhan ekonomi hanya di bawah 4,7 persen, berkorelasi turunnya sektor properti terutama office permintaan ruang kantor menurun cukup signifikan. Kemudian juga harga-harga rental juga mengalami koreksi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
