<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Terus Menurun</title><description>Tingkat okupansi sektor hotel di Jakarta terus mengalami penurunan hingga 50 persen secara YtD pada kuartal I-2016</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun"/><item><title>Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Terus Menurun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun</guid><pubDate>Kamis 07 April 2016 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun-LopTngFlnb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/07/470/1356549/tingkat-hunian-hotel-di-jakarta-terus-menurun-LopTngFlnb.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Tingkat okupansi sektor hotel di Jakarta terus mengalami penurunan. Hingga akhir kuartal I-2016, hanya tercatat 50 persen secara year-to-date (YtD).
Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto menuturkan, hal ini terjadi masih dari dampak pelarangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengadakan rapat di hotel oleh pemerintah.
Bahkan, pada periode Januari dan Februari 2016, tingkat okupansi sudah berada di bawah 55 persen. (Baca juga: Yogyakarta Perpanjang Moratorium Hotel hingga 2019)
&quot;Kalau lihat di sini, tren okupansi semuanya turun di Jakarta. Efek pelarangan PNS mengadakan rapat di hotel. Januari, Februari di bawah 55 persen. Memang ada periode menurun tahun ini,&quot; ucapnya di Jakarta, Rabu 6 April 2016.
Dia menerangkan, secara kuartalan pun tingkat okupansi hotel terlihat menurun hingga 15 persen. Meningkat signifikannya pasokan hotel baru selama 2015, dan penurunan angka turis juga menjadi faktor penurunan lainnya. Meski demikian, bisnis perhotelan tetap tumbuh. (Baca juga: Okupansi Hotel Bintang 4 Capai 70,43 persen)
Dia menambahkan, hingga akhir 2016 diperkirakan akan ada penambahan pasokan sekira 6.100 kamar.
&quot;2016, masih lihat ada 6.100 kamar tambahan,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Tingkat okupansi sektor hotel di Jakarta terus mengalami penurunan. Hingga akhir kuartal I-2016, hanya tercatat 50 persen secara year-to-date (YtD).
Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto menuturkan, hal ini terjadi masih dari dampak pelarangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengadakan rapat di hotel oleh pemerintah.
Bahkan, pada periode Januari dan Februari 2016, tingkat okupansi sudah berada di bawah 55 persen. (Baca juga: Yogyakarta Perpanjang Moratorium Hotel hingga 2019)
&quot;Kalau lihat di sini, tren okupansi semuanya turun di Jakarta. Efek pelarangan PNS mengadakan rapat di hotel. Januari, Februari di bawah 55 persen. Memang ada periode menurun tahun ini,&quot; ucapnya di Jakarta, Rabu 6 April 2016.
Dia menerangkan, secara kuartalan pun tingkat okupansi hotel terlihat menurun hingga 15 persen. Meningkat signifikannya pasokan hotel baru selama 2015, dan penurunan angka turis juga menjadi faktor penurunan lainnya. Meski demikian, bisnis perhotelan tetap tumbuh. (Baca juga: Okupansi Hotel Bintang 4 Capai 70,43 persen)
Dia menambahkan, hingga akhir 2016 diperkirakan akan ada penambahan pasokan sekira 6.100 kamar.
&quot;2016, masih lihat ada 6.100 kamar tambahan,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
