<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Real Estat Kamboja Kian 'Memanas'</title><description>Pasar real estat di Kamboja, terutama di ibukota Phnom Penh diperkirakan tengah memanas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/08/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/08/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas"/><item><title>Pasar Real Estat Kamboja Kian 'Memanas'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/08/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/08/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2016 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/07/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas-jofcBqSsNr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/07/470/1357073/pasar-real-estat-kamboja-kian-memanas-jofcBqSsNr.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>PHNOM PENH - Pasar real estat di Kamboja, terutama di ibukota Phnom Penh diperkirakan tengah memanas.

Seperti yang dikutip dari Property Report, Jumat (8/4/2016), hal itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang solid dan permintaan investor asing yang kuat.

Alhasil sebagian besar investor adalah para pengembang asing dari China, Singapura, Taiwan, dan Korea yang bertujuan untuk memperluas ekspansi mereka di kota yang pertumbuhannya cepat.

Untuk pengembang asal Singapura, salah satu daya tarik lain adalah lewat undang-undang yang baru, di mana memungkinkan orang asing memiliki properti di Kamboja.

Tentunya hal itu menjadi daya tarik untuk perusahaan seperti Oxley Holdings, Teho Internasional, dan TA Corporation untuk mengembang proyek komersil dan residensial berskala besar di Phnom Penh.

Di bawah hukum properti kepemilikan asing, orang asing dapat miliki unit di lantai atas apartemen atau kondominium, namun tidak di lantai dasar, bahkan sampai 70 persen dari proyek kondominium.

Laporan &amp;ldquo;Cambodia Real Estate Highlights&amp;rdquo; oleh Knight Frank mengatakan, dia mengharapkan ekonomi negara tumbuh rata-rata tujuh persen hingga tahun 2018, atau mengalahkan ekonomi negara lain di kawasan itu.

Rata-rata penyumbang pertumbuhan datang dari sektor manufaktur, pertanian, pariwisata, dan konstruksi.

Manager Research and Consultancy at Knight Frank, Sofia Perez mencatat, ada 11 kondominium yang diluncurkan pada tahun 2015, yang akan menambah 1.768 unit pasokan. Berbeda dengan pada 2009 dan 2010, di mana pertumbuhan hanya 732 unit kondominium yang disiapkan untuk dijual.</description><content:encoded>PHNOM PENH - Pasar real estat di Kamboja, terutama di ibukota Phnom Penh diperkirakan tengah memanas.

Seperti yang dikutip dari Property Report, Jumat (8/4/2016), hal itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang solid dan permintaan investor asing yang kuat.

Alhasil sebagian besar investor adalah para pengembang asing dari China, Singapura, Taiwan, dan Korea yang bertujuan untuk memperluas ekspansi mereka di kota yang pertumbuhannya cepat.

Untuk pengembang asal Singapura, salah satu daya tarik lain adalah lewat undang-undang yang baru, di mana memungkinkan orang asing memiliki properti di Kamboja.

Tentunya hal itu menjadi daya tarik untuk perusahaan seperti Oxley Holdings, Teho Internasional, dan TA Corporation untuk mengembang proyek komersil dan residensial berskala besar di Phnom Penh.

Di bawah hukum properti kepemilikan asing, orang asing dapat miliki unit di lantai atas apartemen atau kondominium, namun tidak di lantai dasar, bahkan sampai 70 persen dari proyek kondominium.

Laporan &amp;ldquo;Cambodia Real Estate Highlights&amp;rdquo; oleh Knight Frank mengatakan, dia mengharapkan ekonomi negara tumbuh rata-rata tujuh persen hingga tahun 2018, atau mengalahkan ekonomi negara lain di kawasan itu.

Rata-rata penyumbang pertumbuhan datang dari sektor manufaktur, pertanian, pariwisata, dan konstruksi.

Manager Research and Consultancy at Knight Frank, Sofia Perez mencatat, ada 11 kondominium yang diluncurkan pada tahun 2015, yang akan menambah 1.768 unit pasokan. Berbeda dengan pada 2009 dan 2010, di mana pertumbuhan hanya 732 unit kondominium yang disiapkan untuk dijual.</content:encoded></item></channel></rss>
