<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Hanya Turun Dikit, Fadel Pertanyakan ke Mana Untungnya?</title><description>Komisi VII DPR RI tidak puas dengan adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar beberapa waktu lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360440/bbm-hanya-turun-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360440/bbm-hanya-turun-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya"/><item><title>BBM Hanya Turun Dikit, Fadel Pertanyakan ke Mana Untungnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360440/bbm-hanya-turun-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360440/bbm-hanya-turun-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya</guid><pubDate>Selasa 12 April 2016 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/12/320/1360440/bbm-turun-hanya-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya-KDyJi7vzuU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/12/320/1360440/bbm-turun-hanya-dikit-fadel-pertanyakan-ke-mana-untungnya-KDyJi7vzuU.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Komisi VII DPR RI tidak puas dengan adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar beberapa waktu lalu.
Menurut Wakil Ketua Umum Komisi VII DPR Fadel Muhammad, besaran penurunan semestinya masih bisa lebih dari penurunan harga BBM yang lebih diturunkan Rp500 per liter untuk kedua jenis BBM. [Baca juga: Harga BBM Turun, Kebutuhan Pokok Tetap Mahal]
&quot;BBM kan diminta diturunkan. Harga penurunan BBM hitungannya tidak pas. Menurut kita ada Rp1.600 per liter untuk penurunannya.  Perbedaan dari penurun itu (besaran penurunan yang dilakukan pemerintah),&quot; tutur Fadel di Ruang Sidang Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Selain itu, menurut Fadel, ada selisih harga yang jauh perhitungan penurunan harga BBM  antara pemerintah dengan DPR. Oleh karena itu, dirinya meminta penjelasan pemerintah, dilarikan ke mana keuntungan selisih harga ini. [Baca juga: Bensin di Wasior Rp12 Ribu per Liter, Jokowi: Kok Mahal Ya]
&quot;Ini terjadi inkonsistensi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM yang malah mewacanakan adanya pencabutan subsidi. Kita akan minta penjelasan pemerintah nanti,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Komisi VII DPR RI tidak puas dengan adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar beberapa waktu lalu.
Menurut Wakil Ketua Umum Komisi VII DPR Fadel Muhammad, besaran penurunan semestinya masih bisa lebih dari penurunan harga BBM yang lebih diturunkan Rp500 per liter untuk kedua jenis BBM. [Baca juga: Harga BBM Turun, Kebutuhan Pokok Tetap Mahal]
&quot;BBM kan diminta diturunkan. Harga penurunan BBM hitungannya tidak pas. Menurut kita ada Rp1.600 per liter untuk penurunannya.  Perbedaan dari penurun itu (besaran penurunan yang dilakukan pemerintah),&quot; tutur Fadel di Ruang Sidang Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Selain itu, menurut Fadel, ada selisih harga yang jauh perhitungan penurunan harga BBM  antara pemerintah dengan DPR. Oleh karena itu, dirinya meminta penjelasan pemerintah, dilarikan ke mana keuntungan selisih harga ini. [Baca juga: Bensin di Wasior Rp12 Ribu per Liter, Jokowi: Kok Mahal Ya]
&quot;Ini terjadi inkonsistensi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM yang malah mewacanakan adanya pencabutan subsidi. Kita akan minta penjelasan pemerintah nanti,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
