<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Turun 14%, Kemendag Salahkan Harga Komoditas</title><description>Kementerian Perdagangan menyebut kinerja ekspor Indonesia tahun 2015 kurang bergairah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas"/><item><title>Ekspor Turun 14%, Kemendag Salahkan Harga Komoditas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas</guid><pubDate>Selasa 12 April 2016 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas-UeXNT9VaxL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/12/320/1360571/ekspor-turun-14-kemendag-salahkan-harga-komoditas-UeXNT9VaxL.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan menyebut kinerja ekspor Indonesia tahun 2015 kurang bergairah. Kemendag mencatat terjadi penurunan sebesar 14 persen dibandingkan dengan total eskpor tahun 2014.

&quot;Ekspor kita pada 2015 kurang begitu menguntungkan dan terjadi penurunan sekitar 14 persen kalau kita bandingkan dengan tahun 2014,&quot; papar Direktur Jenderal PEN Nus Nuzulia Ishak di Kemendag, Selasa (12/4/2016).

Lebih rinci Nus menyebut, kinerja ekspor pada Januari dan Februari tahun ini pun menurun hingga 14,3 persen. Tercatat nilai ekspor dua bulan pertama tahun ini mencapai USD21,7 miliar.

&quot;Kalau kita lihat juga pada Januari-Februari 2016 ini mencapai sekitar USD21,7 miliar atau menurun sekitar 14,3 persen dibandingkan periode yg sama di tahun 2015,&quot; jelasnya.

Sementara itu, untuk ekspor non migas, Nus menyebut nilainya mencapai USD19,56 miliar. Sejatinya, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun pihaknya tidak menampik, turunnya harga komoditas primer membuat nilai ekspor secara umum turun.

&quot;Sebetulnya ada beberapa komoditi yang cukup signifikan kenaikannya yaitu otomotif, dan juga beberapa hasil manufaktur untuk kapal laut tapi mayoritas dari pada komoditi kita ini mengalami penurunan yang cukup tajam dan disebabkan oleh harga dari komoditas primer kita,&quot; cetusnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan menyebut kinerja ekspor Indonesia tahun 2015 kurang bergairah. Kemendag mencatat terjadi penurunan sebesar 14 persen dibandingkan dengan total eskpor tahun 2014.

&quot;Ekspor kita pada 2015 kurang begitu menguntungkan dan terjadi penurunan sekitar 14 persen kalau kita bandingkan dengan tahun 2014,&quot; papar Direktur Jenderal PEN Nus Nuzulia Ishak di Kemendag, Selasa (12/4/2016).

Lebih rinci Nus menyebut, kinerja ekspor pada Januari dan Februari tahun ini pun menurun hingga 14,3 persen. Tercatat nilai ekspor dua bulan pertama tahun ini mencapai USD21,7 miliar.

&quot;Kalau kita lihat juga pada Januari-Februari 2016 ini mencapai sekitar USD21,7 miliar atau menurun sekitar 14,3 persen dibandingkan periode yg sama di tahun 2015,&quot; jelasnya.

Sementara itu, untuk ekspor non migas, Nus menyebut nilainya mencapai USD19,56 miliar. Sejatinya, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun pihaknya tidak menampik, turunnya harga komoditas primer membuat nilai ekspor secara umum turun.

&quot;Sebetulnya ada beberapa komoditi yang cukup signifikan kenaikannya yaitu otomotif, dan juga beberapa hasil manufaktur untuk kapal laut tapi mayoritas dari pada komoditi kita ini mengalami penurunan yang cukup tajam dan disebabkan oleh harga dari komoditas primer kita,&quot; cetusnya.</content:encoded></item></channel></rss>
