<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumen Properti Mendominasi Pengaduan YLKI</title><description>Pengaduan terkait perlindungan konsumen properti pada tahun lalu menempati urutan kedua setelah pengaduan konsumen perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki"/><item><title>Konsumen Properti Mendominasi Pengaduan YLKI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki</guid><pubDate>Kamis 14 April 2016 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki-E2GNiRYntQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/14/470/1362937/konsumen-properti-mendominasi-pengaduan-ylki-E2GNiRYntQ.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pengaduan konsumen properti tercatat masih menjadi jenis pengaduan yang paling banyak yang didapati oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Bahkan, pengaduan terkait perlindungan konsumen properti pada tahun lalu menempati urutan kedua setelah pengaduan konsumen perbankan. (Baca juga: Bank Harus Tanggung Jawab atas Kerugian Konsumen Properti)

&quot;Sampai sekarang ini masih banyak awal 2016 ini, dari dulu sampai sekarang tidak berubah perlindungan konsumen properti,&quot; tutur Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi, Kamis (14/4/2016).

Sularsi mengatakan, dengan banyaknya pengaduan konsumen properti hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. (Baca juga: YLKI: Banyak Konsumen Belum Paham Sistem KPR)

&quot;Negara harus hadir karena sekarang produk makin banyak, perumahan dan perbankan selalu mendominasi pengaduan, karena memang rumah menjadi hak dasar setiap orang,&quot; tukasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Pengaduan konsumen properti tercatat masih menjadi jenis pengaduan yang paling banyak yang didapati oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Bahkan, pengaduan terkait perlindungan konsumen properti pada tahun lalu menempati urutan kedua setelah pengaduan konsumen perbankan. (Baca juga: Bank Harus Tanggung Jawab atas Kerugian Konsumen Properti)

&quot;Sampai sekarang ini masih banyak awal 2016 ini, dari dulu sampai sekarang tidak berubah perlindungan konsumen properti,&quot; tutur Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi, Kamis (14/4/2016).

Sularsi mengatakan, dengan banyaknya pengaduan konsumen properti hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. (Baca juga: YLKI: Banyak Konsumen Belum Paham Sistem KPR)

&quot;Negara harus hadir karena sekarang produk makin banyak, perumahan dan perbankan selalu mendominasi pengaduan, karena memang rumah menjadi hak dasar setiap orang,&quot; tukasnya</content:encoded></item></channel></rss>
