<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kredit Balloon Payment</title><description>Seperti yang kita ketahui bahwa cicilan dari leasing kini sudah  ditetapkan sebesar 20 persen dan juga dari bank sebesar 25 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment"/><item><title>Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kredit Balloon Payment</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2016 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Cermati.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment-61HxtRWl5l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/15/320/1363834/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-kredit-balloon-payment-61HxtRWl5l.jpg</image><title>ilustrasi (foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Pernahkah Anda mendengar istilah Balloon Payment? Sistem ini kini sedang ramai dibicarakan karena keuntungan yang bisa didapatkan dari menggunakan sistem pembayaran cicilan. Seperti yang kita ketahui bahwa cicilan dari leasing kini sudah ditetapkan sebesar 20 persen dan juga dari bank sebesar 25 persen.

Dengan biaya yang cukup besar ini, beberapa orang dari kelas menengah ke bawah akan merasa keberatan untuk membayar cicilan tersebut. Oleh karena itu, terkadang mereka tidak bisa memaksakan diri mereka untuk melakukan pembelian dengan cara kredit.

Oleh karena itu, sistem pembayaran Balloon Payment ini lah yang bisa menjadi solusi bagi mereka kaum menengah ke bawah untuk bisa mengajukan kredit dengan pembayaran yang pas. Dalam artikel ini, kami akan sedikit membahas tentang sistem yang dilakukan dalam Balloon Payment tersebut, seperti dikutip dari Cermati.com.


Contoh dengan Sistem Balloon Payment
Berikut contoh penghitungan yang bisa Anda pahami dari sistem Baloon Payment tersebut. Anggaplah harga dari sebuah mobil adalah 100 persen. Lalu Anda diharuskan membayar DP 30 persen. Untuk perihal cicilan perbulannya hanya 20 persen selama beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang Anda lakukan dengan pihak leasing ataupun pihak Bank. Lalu kemana perginya dengan biaya mobil yang 50 persen.

Untuk biaya 50 persen-nya harus Anda bayarkan di bulan terakhir dari cicilan yang 20 persen. Selain Anda bisa menghemat dalam proses cicilan 20 persen, Anda pun bisa menggunakan sisa uang Anda untuk menabung membayarkan sisa yang 50% persen ataupun Anda bisa gunakan untuk kebutuhan Anda yang lainnya. Dengan menggunakan teknik Balloon Payment tersebut, bebanAnda dalam membayarkan cicilan perbulan tidak akan seberat biasanya.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari sistem Balloon Payment ini adalah Anda tidak menghabiskan terlalu banyak biaya untuk pembayaran cicilan perbulannya. Selain itu, teknik ini sangat lah cocok untuk kaum dengan penghasilan menengah ke bawah.
Selain itu, apabila sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang dan mengharuskan Anda menjual mobil tersebut dengan sistem over kredit, Anda tidak akan merasa rugi terlalu besar. Hal ini dikarenakan biaya yang Anda keluarkan selama mobil itu masih menjadi milik Anda tidaklah begitu besar. Dengan begitu, Anda bahkan bisa saja mendapatkan keuntungan disaat melakukan over kredit.

Akan tetapi, sistem Balloon Kredit ini pun memiliki kelemahan yang begitu mematikan, terutama bagi konsumen yang tidak terencana dengan baik keuangannya. Dengan keharusan membayar sisa cicilan sebesar 50 persen di akhir masa cicilan, terkadang konsumen merasa keberatan dan tidak sanggup untuk membayar cicilan tersebut. Hal inilah yang kerap kali menjadi masalah dalam sistem Balloon Payment. Selain itu, sistem dari Balloon Payment ini akan menghabiskan waktu yang jauh lebih lama dari pada sitem cicilan biasanya.

Dengan menghabiskan waktu cicilan yang begitu lama, bukannya tidak mungkin nilai harga jual dari mobil yang Anda cicil sudah turun secara drastis. Hal ini bisa menimbulkan perasaan tertipu dimana Anda harus mencicil dengan biaya yang cukup lama dan mahal, tetapi nilai harga jual dari produk tersebut semakin hari semakin turun. Namun, dengan membandingkan segala kelebihan dan kekurangannya, sistem Balloon Payment ini masih menjadi pilihan utama kaum menengah ke bawah.

Bayarlah Cicilannya Tepat Waktu
Kedua perbandingan di atas bisa menjadi acuan Anda dalam mengajukan sistem dengan Balloon Payment. Satu hal yang harus Anda pastikan bahwa sistem yang kelak Anda pilih memang sesuai dengan kondisi Anda, dan tidak akan menyebabkan kemacetan dalam proses pembayarannya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pernahkah Anda mendengar istilah Balloon Payment? Sistem ini kini sedang ramai dibicarakan karena keuntungan yang bisa didapatkan dari menggunakan sistem pembayaran cicilan. Seperti yang kita ketahui bahwa cicilan dari leasing kini sudah ditetapkan sebesar 20 persen dan juga dari bank sebesar 25 persen.

Dengan biaya yang cukup besar ini, beberapa orang dari kelas menengah ke bawah akan merasa keberatan untuk membayar cicilan tersebut. Oleh karena itu, terkadang mereka tidak bisa memaksakan diri mereka untuk melakukan pembelian dengan cara kredit.

Oleh karena itu, sistem pembayaran Balloon Payment ini lah yang bisa menjadi solusi bagi mereka kaum menengah ke bawah untuk bisa mengajukan kredit dengan pembayaran yang pas. Dalam artikel ini, kami akan sedikit membahas tentang sistem yang dilakukan dalam Balloon Payment tersebut, seperti dikutip dari Cermati.com.


Contoh dengan Sistem Balloon Payment
Berikut contoh penghitungan yang bisa Anda pahami dari sistem Baloon Payment tersebut. Anggaplah harga dari sebuah mobil adalah 100 persen. Lalu Anda diharuskan membayar DP 30 persen. Untuk perihal cicilan perbulannya hanya 20 persen selama beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang Anda lakukan dengan pihak leasing ataupun pihak Bank. Lalu kemana perginya dengan biaya mobil yang 50 persen.

Untuk biaya 50 persen-nya harus Anda bayarkan di bulan terakhir dari cicilan yang 20 persen. Selain Anda bisa menghemat dalam proses cicilan 20 persen, Anda pun bisa menggunakan sisa uang Anda untuk menabung membayarkan sisa yang 50% persen ataupun Anda bisa gunakan untuk kebutuhan Anda yang lainnya. Dengan menggunakan teknik Balloon Payment tersebut, bebanAnda dalam membayarkan cicilan perbulan tidak akan seberat biasanya.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari sistem Balloon Payment ini adalah Anda tidak menghabiskan terlalu banyak biaya untuk pembayaran cicilan perbulannya. Selain itu, teknik ini sangat lah cocok untuk kaum dengan penghasilan menengah ke bawah.
Selain itu, apabila sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang dan mengharuskan Anda menjual mobil tersebut dengan sistem over kredit, Anda tidak akan merasa rugi terlalu besar. Hal ini dikarenakan biaya yang Anda keluarkan selama mobil itu masih menjadi milik Anda tidaklah begitu besar. Dengan begitu, Anda bahkan bisa saja mendapatkan keuntungan disaat melakukan over kredit.

Akan tetapi, sistem Balloon Kredit ini pun memiliki kelemahan yang begitu mematikan, terutama bagi konsumen yang tidak terencana dengan baik keuangannya. Dengan keharusan membayar sisa cicilan sebesar 50 persen di akhir masa cicilan, terkadang konsumen merasa keberatan dan tidak sanggup untuk membayar cicilan tersebut. Hal inilah yang kerap kali menjadi masalah dalam sistem Balloon Payment. Selain itu, sistem dari Balloon Payment ini akan menghabiskan waktu yang jauh lebih lama dari pada sitem cicilan biasanya.

Dengan menghabiskan waktu cicilan yang begitu lama, bukannya tidak mungkin nilai harga jual dari mobil yang Anda cicil sudah turun secara drastis. Hal ini bisa menimbulkan perasaan tertipu dimana Anda harus mencicil dengan biaya yang cukup lama dan mahal, tetapi nilai harga jual dari produk tersebut semakin hari semakin turun. Namun, dengan membandingkan segala kelebihan dan kekurangannya, sistem Balloon Payment ini masih menjadi pilihan utama kaum menengah ke bawah.

Bayarlah Cicilannya Tepat Waktu
Kedua perbandingan di atas bisa menjadi acuan Anda dalam mengajukan sistem dengan Balloon Payment. Satu hal yang harus Anda pastikan bahwa sistem yang kelak Anda pilih memang sesuai dengan kondisi Anda, dan tidak akan menyebabkan kemacetan dalam proses pembayarannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
