<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Produk Indonesia Paling Diminati Jepang</title><description>Sepanjang Januari hingga Februari 2016 tercatat sejumlah kenaikan kebutuhan barang dari Indonesia ke Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang"/><item><title>Daftar Produk Indonesia Paling Diminati Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang</guid><pubDate>Selasa 19 April 2016 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang-L1SoNq0QDI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/19/320/1367111/daftar-produk-indonesia-paling-diminati-jepang-L1SoNq0QDI.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan mencatat, sepanjang Januari hingga Februari 2016 tercatat sejumlah kenaikan kebutuhan barang dari Indonesia ke Jepang. Namun, kenaikan konsumsi ini bukan terjadi pada sektor bahan makanan, melainkan pada sektor teknologi, sandang, hingga papan.
&quot;Saya enggak bisa kasih detail angka ekspor dari Wakayama. Tapi banyak komoditi ekspor dari sana yang meningkat cukup signifikan. contohnya, paling tinggi pada Januari hingga Februari 2016 adalah printing mesin, peningkatannya sampai 44 persen,&quot; ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak saat menerima kunjungan dari Gubernur Prefektur Wakayama, Yoshinobu Nisaka di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Selain itu, lanjutnya, juga tercatat kenaikan konsumsi seperti sportware sebesar 207 persen, triplek 40 persen, cocoa butter 83 persen lalu motorcycle 56,5 persen. Kebijakan ini tidak terlepas dari besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia dan tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Jepang.
&quot;Ini naiknya dari Januari ke Februari tahun lalu. Kemungkinan masih akan naik lagi,&quot; tukasnya. (Baca juga: Kemendag Gandeng Jepang untuk Promosi Ekspor)
Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan mencatat terjadi penurunan nilai perdagangan antara Indonesia dengan Jepang sebesar 19,48 persen pada Januari hingga Februari 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemendag mencatat, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang dalam dua bulan pertama 2016 mencapai USD 4,68 miliar. Dari total nilai tersebut, nilai ekspor non migas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD 2,16 miliar dan impor non migas sebesar USD 1,93 miliar. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan mencatat, sepanjang Januari hingga Februari 2016 tercatat sejumlah kenaikan kebutuhan barang dari Indonesia ke Jepang. Namun, kenaikan konsumsi ini bukan terjadi pada sektor bahan makanan, melainkan pada sektor teknologi, sandang, hingga papan.
&quot;Saya enggak bisa kasih detail angka ekspor dari Wakayama. Tapi banyak komoditi ekspor dari sana yang meningkat cukup signifikan. contohnya, paling tinggi pada Januari hingga Februari 2016 adalah printing mesin, peningkatannya sampai 44 persen,&quot; ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak saat menerima kunjungan dari Gubernur Prefektur Wakayama, Yoshinobu Nisaka di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Selain itu, lanjutnya, juga tercatat kenaikan konsumsi seperti sportware sebesar 207 persen, triplek 40 persen, cocoa butter 83 persen lalu motorcycle 56,5 persen. Kebijakan ini tidak terlepas dari besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia dan tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Jepang.
&quot;Ini naiknya dari Januari ke Februari tahun lalu. Kemungkinan masih akan naik lagi,&quot; tukasnya. (Baca juga: Kemendag Gandeng Jepang untuk Promosi Ekspor)
Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan mencatat terjadi penurunan nilai perdagangan antara Indonesia dengan Jepang sebesar 19,48 persen pada Januari hingga Februari 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemendag mencatat, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang dalam dua bulan pertama 2016 mencapai USD 4,68 miliar. Dari total nilai tersebut, nilai ekspor non migas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD 2,16 miliar dan impor non migas sebesar USD 1,93 miliar. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
