<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raih Rp40 T Tiap Tahun, Papua Tak Kunjung Sejahtera</title><description>Saat ini pemerintah masih kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Papua</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera"/><item><title>Raih Rp40 T Tiap Tahun, Papua Tak Kunjung Sejahtera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera</guid><pubDate>Rabu 20 April 2016 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera-PVBaLLdcHV.gif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PPN Sofyan Djalil (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/20/320/1367628/raih-rp40-t-tiap-tahun-papua-tak-kunjung-sejahtera-PVBaLLdcHV.gif</image><title>Menteri PPN Sofyan Djalil (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengungkapkan, saat ini pemerintah masih kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Papua. Padahal, setiap tahunnya anggaran yang dikucurkan mencapai Rp40 triliun.
&quot;Di Papua, dana satu tahun itu Rp40 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan. Tapi kesejahteraan tidak meningkat,&quot; kata Sofyan dalam acara pembukaan musyawarah rencana pembangunan nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Melihat fakta ini, lanjutnya, maka dana bukanlah inti persoalan dalam peningkatan kesejahteraan Papua. Tahapan utama yang perlu dilakukan adalah dengan pemerataan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
[Baca juga: Freeport Picu Tingginya Perbedaan Kaya-Miskin di Papua]
&quot;Jadi bukan soal dana tapi SDM. Kita lihat guru harus kita sebar, terutama untuk daerah-daerah pedesaan,&quot; ungkap Sofyan.
Khususnya dalam bidang pendidikan, lanjutnya, pemerintah akan mengutamakan penyebaran guru-guru ke daerah-daerah terpencil di Papua. Dengan begitu, dalam jangka panjang diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua dapat meningkat dengan mengandalkan sektor pendidikan.
&quot;Karena selama ini guru bertumpuk di kota tidak ada yang mau ke desa. Nanti akan kita sebar,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengungkapkan, saat ini pemerintah masih kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Papua. Padahal, setiap tahunnya anggaran yang dikucurkan mencapai Rp40 triliun.
&quot;Di Papua, dana satu tahun itu Rp40 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan. Tapi kesejahteraan tidak meningkat,&quot; kata Sofyan dalam acara pembukaan musyawarah rencana pembangunan nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Melihat fakta ini, lanjutnya, maka dana bukanlah inti persoalan dalam peningkatan kesejahteraan Papua. Tahapan utama yang perlu dilakukan adalah dengan pemerataan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
[Baca juga: Freeport Picu Tingginya Perbedaan Kaya-Miskin di Papua]
&quot;Jadi bukan soal dana tapi SDM. Kita lihat guru harus kita sebar, terutama untuk daerah-daerah pedesaan,&quot; ungkap Sofyan.
Khususnya dalam bidang pendidikan, lanjutnya, pemerintah akan mengutamakan penyebaran guru-guru ke daerah-daerah terpencil di Papua. Dengan begitu, dalam jangka panjang diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua dapat meningkat dengan mengandalkan sektor pendidikan.
&quot;Karena selama ini guru bertumpuk di kota tidak ada yang mau ke desa. Nanti akan kita sebar,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
